nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manjakan Mata, Buleleng Endek Carnaval Sajikan Keindahan Warna Warni Kain Khas Buleleng

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 21:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 06 406 1932646 manjakan-mata-buleleng-endek-carnaval-sajikan-keindahan-warna-warni-kain-khas-buleleng-BQS11LlIeE.jpeg Buleleng Endek Carnaval (Foto: Istimewa)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC). BEC tahun 2018 resmi dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di Singaraja pada Minggu (05/08). Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Buleleng Dewa Ketut Puspaka, Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Aries Suradnyana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng, dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.

Bupati Agus Suradnyana menjelaskan, bahwa BEC merupakan ajang bergensi antar pengrajin kain Endek. “Endek adalah kain tenun ikat khas Bali. Buleleng sendiri memiliki motif Kain Endek yang unik dan sakral, sehingga menjadi ciri khas buatan hasil karya tangan orang Buleleng. BEC sendiri merupakan rangkaian dari Buleleng Festival (Bulfest), dan merupakan ajang bergengsi antar pengrajin kain Endek di lingkungan kabupaten Buleleng. BEC sudah dilaksanakan selama 5 kali, dan semakin tahun pesertanya semakin bertambah. Hal itu menandakan bahwa acara BEC semakin populer” tutur Bupati Agus dalam rilisnya yang diterima Okezone, Senin (6/8/2018).

BEC tahun ini mengambil tema North Bali Rainbow atau Pelangi Bali Utara. Pengambilan tema pada BEC tahun 2018 ini merupakan analogi dari legenda kuno yang menyebutkan bahwa pelangi adalah selendang para bidadari yang terbentang dari surga ke Bumi. Dengan warna-warni yang sangat menawan, diharapkan kain endek buleleng bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

BEC tahun ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari pengerajin endek, designer, sekolah, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah dan Komunitas. Selain itu dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, maka diselenggarakanlah pawai yang menempuh rute dari Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, dan finish di Jalan Dewi Sartika.

Bupati Agus berharap kain endek bisa menjadi warisan budaya Indonesia untuk dunia. “Endek sangat unik dan khas, sehingga sangat memerlukan diservikasi dan promosi. Saya yakin, dengan adanya diservikasi dan promosi yang tepat sasaran, maka Endek Buleleng dapat memasuki semua segmen pasar. Ini merupakan tantangan yang harus ditaklukan agar Endek Buleleng mampu bersaing dan menjadi buah tangan wisawatan mancanegara yang datang", ucap Bupati Agus.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, mengatakan bahwa tujuan dari BEC adalah pelestarian budaya. “Tujuan dari BEC adalah pelestarian budaya dan pengembangan kreatifitas para pengerajin endek di Buleleng. kami menyeleksi peserta agar benar-benar bisa memiliki desain yang baik, karena kita mengejar kualitas bukan kuantitas sehingga kita bisa mendapatkan hal yang positif dari penampilan BEC ini. Kami berharap dengan adanya BEC ini endek bisa berkembang dan dikenal sehingga kedepannya endek bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat Buleleng” papar Dharmaja.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini