nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Diet Karnivora, Metode Penurunan Berat Badan yang Sedang Ngehits di Medsos

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 12:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 06 481 1932364 mengenal-diet-karnivora-metode-penurunan-berat-badan-yang-sedang-ngehits-di-medsos-7q4Y39aMmU.jpg Diet karnivora (Foto: Thedailymeal)

DIET adalah salah satu cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Para pelaku diet biasanya akan membatasi jumlah asupan makanan yang mereka konsumsi. Oleh sebab itu, jenis diet sangat dipengaruhi latar belakang individu atau keyakinan yang dianutnya.

Walaupun manusia termasuk dalam kategori omnivora, namun suatu kelonpok masyarakat terkadang memiliki prefernsi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan. Itulah sebabnya mulai banyak jenis diet yang berkembang di tengah masyarakat.

Anda tentu sudah familiar dengan diet keto yang dianggap sebagai salah satu jenis diet terburuk yang pernah ada. Para ahli mengungkapkan bahwa diet keto juga memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan. Para pelaku diet keto akan mencoba menghilangkan asupan makanan atau nutrisi mereka untuk menginduksi ketosis, keadaan fisik di mana tubuh dibanjiri keton setelah kekurangan asupan karbohidrat.

Keton diproduksi setelah menghancurkan sumber lemak, baik lemak yang berasal dari makanan atau dari penyimpanan lemak alami di dalam tubuh. Advokat diet keto mengklaim bahwa diet tersebut akan mengubah tubuh menjadi “mesin pembakar lemak” yang menjadi kunci utama untuk menurunkan berat badan. Padahal, belum ada studi jangka panjang yang membuktikan hal tersebut.

Selain diet keto, baru-baru ini masyarakat internasional kembali dikejutkan dengan kemunculan jenis diet ekstrem terbaru yang dikenal dengan istilah, carnivore diet. Sesuai dengan namanya, diet itu hanya memperbolehkan para pelakunya untuk mengonsumsi daging merah.

Bagi para pencinta olahan daging, hal ini tentu menjadi sebuah kabar baik untuk menyantap hidangan favorit mereka. Pasalnya, semakin besar porsi daging yang dikonsumsi semakin baik pula khasiatnya. Namun bagi yang tidak terbiasa mengonsumi makanan berporsi besar, Anda bisa mengakalinya dengan menambahkan mentega yang dipercaya dapat menambah energi dan satiety.

Banyak yang betanya-tanya, apakah ada yang menerapkan diet karnivora dalam kehidupan sehari-hari mereka? Jangan salah, ternyata terdapat sebuah grup Facebook yang berfokus membahas diet ini.

Dilansir Okezone dari The Daily Meal, Senin (6/8/2018), diet karnivora pertama kaki diperkenalkan oleh mantan orthopedic surgeon Shawn Barker. Untuk mempromosikan diet ini, ia membuka kelas khusus yang dapat diikuti oleh masyarakat umum dengan biaya Rp709 ribu per bulan.

Diet Karnivora

Tidak perlu khawatir, Baker telah mendapatkan lisensi kesehatannya pada awal tahun 2017 lalu. Ia bahkan memiliki lebih dari 40.000 instagram followers dan berencana akan meluncurkan buku terbarunya tentang diet karnivora pada Februari 2019.

Ia percaya bahwa setiap orang bisa mendapatkan manfaat kesehatan dengan mengonsumsi daging merah secara rutin. Makanan ini diklaim memiliki seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Rasanya sangat sedih melihat orang-orang berjalan di supermarket hanya untuk membeli gandum, minyak sayuran, dan karbohidrat olahan," tulis Baker dalam unggahannya.

"Di satu sisi, saya merasa lebih sehat, kuat, dan terlihat lebih muda dari mereka," timpalnya.

Para pendukung diet ini bersikeras bahwa sejumlah ahli mendukung diet karnivora . Kendati demikian, ilmu yang membahas tentang diet tersebut masih bersifat anekdot. Shawn Baker sendiri dianggapi sebagai sebuah 'medical marvel' atau keajaiban medis. Di usianya yang telah menginjak 50 tahun, ia berhasil memecahkan rekor dunia untuk indoor rowing.

Namun sejumlah netizen mengklaim, diet karnivora bukanlah diet yang tepat untuk menurunkan berat badan. "Ini bukan diet penurun berat badan, ini tentang menjaga kesehatan," ujar salah seorang pengguna Reddit.

Namun perlu diketahui bahwa tanpa nutrisi dari makanan lain, pola makan berbasis daging ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti kudis dan sembelit ekstrim.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini