Fenomena Bingung Puting pada Bayi Menghantui Ibu Pekerja, Berbahaya kah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 481 1932467 fenomena-bingung-puting-pada-bayi-menghantui-ibu-pekerja-berbahaya-kah-kUzRH9FNJf.jpg Menyusui (Foto: Boldsky)

MODERN Moms adalah mereka yang sudah memiliki anak tapi tetap bekerja. Karir perempuan tidak bisa berhenti sekali pun dia sudah memiliki anak. Kondisi ini yang kemudian menciptakan fenomena baru. Di mana akhirnya muncul ruang menyusui di perusahaan, tempat umum, hingga adanya fasilitas penyimpanan ASI. Ini disediakan demi terciptanya pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan usia bayi.

Terlebih, ketika ibu menyusui harus sadar bahwa dia mesti memompa ASI setiap 3 jam sekali. Hal ini tentu bukan perkara mudah, terlebih ketika pekerjaan yang Anda jalani menuntut Anda selalu "on time" di segala situasi.

Fenomena ibu menyusui bekerja tidak hanya menciptakan kebudayaan baru dengan munculnya botol ASI dan ruang menyusui. Lebih jauh lagi, ternyata fenomena ini menciptakan fenomena baru bagi si bayi, yaitu "Bingung Puting". Pernah dengar istilah ini sebelumnya?

Menurut beberapa reperensi, fenomena ini muncul karena si bayi mengenal dua jenis "puting" di mulutnya. Puting pertama jelas puting payudara ibunya, sedangkan puting lainnya adalah botol dotnya. Sadarkan?

Ya, kondisi ini juga yang kemudian membuat beberapa bayi lebih menyukai puting botol dot dibandingkan puting payudara ibunya. "Salah satu faktornya adalah proses keluarnya ASI lebih mudah dan banyak dari botol dot dibandingkan payudara," terang Dokter Spesialis Kesehatan Anak DR. dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp.A (K), saat diwawancarai Okezone di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (6/8/2018).

dr. Naomi melanjutkan, fenomena ASI dalam botol dot juga yang kemudian membuat kondisi ini muncul. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan penciptaan botol dot ini, namun, sebaiknya memang disikapi dengan bijak dan cerdas oleh setiap ibu menyusui.

"Bingung Puting" juga sangat dipengaruhi oleh posisi menyusui. Hal ini mesti diketahui dan diperhatikan setiap ibu menyusui. Karena posisi yang salah, akhirnya ASI keluarnya sedikit dan ini berimbas pada ketertarikan si bayi pada payudara ibunya.

"Posisi yang benar dan teknik menyusui yang benar akan sangat menentukan ketertarikan si bayi pada payudara ibunya dan kalau sudah suka, maka kekhawatiran 'Bingung Puting' ini bukan lagi masalah besar," sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Naomi menyarankan untuk setiap ibu menyusui pekerja, agar ketika sudah sampai di rumah, jangan lagi memberikan botol dot berisi ASI ke anaknya dengan alasan biar abis stoknya. "Ya, kalau sudah di rumah, si ibu harus memberikan ASI langsung dari payudaranya bukan lagi pakai botol dot," tegas dr. Naomi.

Menyikapi masalah ini mesti cerdas. Sebab, bagaimana pun botol dot ASI harus tetap ada untuk menampung ASI yang memang harus dipompa setiap 3 jam sekali. Tapi, pemanfaatannya mesti sadar waktu dan ini yang bisa meminimalisir bayi Anda mengidap "Bingung Puting".

Memang mau si bayi lebih memilih botol dotnya dibandingkan payudara Anda sendiri?

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini