6 Fakta Tentang Rambut Kemaluan yang Harus Diketahui Wanita

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 481 1932681 6-fakta-tentang-rambut-kemaluan-yang-harus-diketahui-wanita-gGXjvUbUVT.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETIAP orang tentu memiliki bulu atau rambut kemaluan. Namun dalam sebuah survei penelitian dikatakan bila 95% pria dan wanita berharap tidak memilikinya sehingga rutin mencukur rambut kemaluan.

Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa hal menarik yang harus diketahui tentang rambut kemaluan. Melansir Health, Selasa (7/8/2018), inilah fakta tentang rambut kemaluan yang telah Okezone rangkum:

Rambut kemaluan adalah pelindung

Menurut seorang ob-gyn rambut kemaluan membantu menangkis bakteri dan patogen yang tidak diinginkan memasuki area Miss V sehingga dapat membantu mencegah wanita terkena infeksi ragi, vaginitis, dan masalah kemaluan lainnya. Akan tetapi rambut kemaluan juga dianggap menjebak feromon yang menimbulkan aroma tidak sedap.

 (Baca Juga:6 Tanda Pasangan Sudah Mulai Bosan, Cepat Selidiki Sekarang!)

Rambut kemaluan selalu ada

Semua orang sebenarnya memiliki rambut kemaluan sejak kecil namun tidak begitu terlihat. Rambut itu merupakan bagian dari rambut Vellus yang sangat pendek, ringan, dan halus yang menutupi kulit di tubuh. Saat masa pubertas, rambut terminal yang ada di area kemaluan, di kepala, di bawah lengan, dan di wajah mulai tumbuh.

 

Rambut kemaluan tidak bertambah tebal setelah dicukur

Banyak orang merasa bila rambut kemaluannya akan bertambah tebal setelah dicukur. Padahal tidak demikian. Rambut tumbuh dengan poros tertentu yang membuatnya seakan lebih tebal.

 (Baca Juga:Pura-Pura Gagal Lahiran, Kamu Bakal Terkejut Liat Isi dari Peti Mati Bayinya!)

Rambut kemaluan menipis saat usia bertambah

Rambut kemaluan biasanya tumbuh dengan kecepatan rata-rata 0,5 milimeter per hari. Namun seiring bertambahnya usia, rambut kemaluan akan mulai tipis selama tahap hormonal seperti menopause. Kondisi medis tertentu dan obat-obatan juga dapat membuat rambut kemaluan menipis.

Mencukur rambut kemaluan tidak memengaruhi higienitas

Banyak orang yang menyukur rambut kemaluannya atas dasar kebersihan untuk menyingkirkan bakteri yang menempel. Tapi sebenarnya memiliki rambut kemaluan atau tidak, tidak ada perbedaan. Akan tetapi memiliki lebih banyak rambut, mungkin menyulitkan Miss V tetap kering dan bebas keringat sehingga dapat menyebabkan bau.

Waxing dan cukur memiliki risiko

Menghilangkan rambut kemaluan dengan cara waxing maupun cukur sama-sama memiliki risiko seperti iritasi kulit, rambut tumbuh, dan folikulitis. Bila sudah begitu biasanya menyebabkan benjolan merah, tetapi bisa berkembang menjadi abses jika tidak ditangani dengan benar. Sementara itu, waxing lebih menyakitkan bila dilakukan selama menstruasi. Alasannya karena hormon berfluktuasi dan menyebabkan persepsi nyeri yang bertambah.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini