nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Gempa Lombok, Kemenpar Imbau Airline Buka Penerbangan Tambahan dan Siap Beri Subsidi

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 07 406 1933098 pasca-gempa-lombok-kemenpar-imbau-airline-buka-penerbangan-tambahan-dan-siap-beri-subsidi-Wd4j82zNBd.jpg Wisatawan di Gili (Foto: Puspen TNI)

GEMPA berkekuatan 7,0 SR yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 5 Agustus 2018 membuat wisatawan yang berada di sana sulit keluar. Hal ini dikarenakan keterbatasan akses dan transportasi menuju bandara terdekat maupun ke Jakarta.

Akibatnya, banyak wisatawan yang menumpuk di Bandara Lombok International Airport (LIA). Menyikapi hal ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengimbau kepada maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan tambahan dari Lombok International Airport menuju tiga bandara, yakni Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), dan Bandara Juanda (Surabaya).

Arief menambahkan, jika tingkat keterisian (load factor) penumpang kurang dari 100 persen, maka Kemenpar akan memberikan subsidi kepada maskapai.

 (Baca Juga:Tips Hadapi Bencana Alam Saat Berlibur, Penting Diketahui Traveler!)

(Foto: Utami/Okezone)

"Kalau kurang dari 80 persen load factor-nya akan ditanggung. Asal tujuannya jelas, Bali, Jakarta, Surabaya. Begitulah urutannya," ujar Arief Yahya dalam konferensi pers di ruang Tourism Crisis Center (TCC), Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, load factor penumpang ke Bali bisa sampai 50-60 persen, Jakarta 20-30 persen, dan Surabaya 10-20 persen. Hal serupa pernah dilakukan Kemenpar saat menghadapi erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu. Saat itu, ketika penerbangan tambahan dibuka di Banyuwangi, load factor yang biasanya hanya 70 persen meningkat menjadi 100 persen.

"Maka saya paksa ke Pak Yudi (Staf Ahli Menteri Bidang Transportasi dan Infrastruktur) kalau airline ragu, Kemenpar yang akan subsidi. Karena saya demikian yakin dalam bencana pasti ada concentrate demand," tambahnya.

 (Baca Juga:Inggris Keluarkan Travel Advice ke Lombok dan Bali Terkait Gempa Bumi)

(Foto: BNPB)

Penumpukan yang terjadi di Lombok menurut Arief Yahya merupakan hal yang bisa dihindari. Ia ingin dalam situasi pasca bencana, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan fasilitas agar wisatawan mancanegara (wisman) dapat kembali ke negaranya dengan selamat.

"Kita tidak boleh mengambil kesempatan menahan mereka lebih lama, jangan sampai melakukan hal itu. Ada waktunya attract orang untuk tinggal lebih lama, tapi tidak di saat seperti ini," jelas menteri kelahiran Banyuwangi ini.

Siang tadi sekira pukul 11.00 WITA, sebanyak 124 wisman telah diantar ke Pelabuhan Lembar di Lombok menuju Bali menggunakan dua bus. Kemudian pada pukul 11.50 WITA, 115 wisman diantar ke bandara menggunakan dua bus dan Pelabuhan Lembar satu bus.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini