nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Gempa Lombok, Ini Fokus Kementerian Pariwisata

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 19:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 07 406 1933191 pasca-gempa-lombok-ini-fokus-kementerian-pariwisata-7ZGMJwWmHd.jpeg Kondisi di Gili Trawangan pasca gempa (Foto: Kemenpar RI)

PASCA gempa yang terjadi di Lombok pada Minggu, 5 Agustus lalu membuat Kementerian Pariwisata mendirikan NTB Tourism Crisis Center (TTC) untuk membantu para wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan mengenai bencana yang terjadi di Lombok yang merupakan salah satu destinasi favorit wisman di Indonesia, ada tiga hal yang menjadi fokus Kemenpar.

"Pertama, memberikan informasi terus-menerus. Jadi relatif sedikit hoax yang muncul. Sekali-sekali dikeluarkan dalam bentuk statement, itu akan menenangkan," tutur Arief Yahya saat ditemui di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

 (Baca Juga: Pasca Gempa Lombok, Kemenpar Imbau Airline Buka Penerbangan Tambahan dan Siap Beri Subsidi)

Kedua, memberikan pelayanan kepada wisman maupun wisnus yang ada di Lombok. Salah satunya adalah dengan melakukan pemindahan wisatawan dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno ke luar Lombok.

 

(Foto: Puspen TNI)

Pemindahan ini dilakukan dengan menggunakan 10 bus yang disiapkan. Tim TCC juga memberikan penginapan gratis sebanyak 25 kamar, makanan, dan juga hiburan untuk para wisatawan.

Pelayanan baik yang diberikan kepada wisman menurut Arief adalah salah satu hal yang harus dilakukan demi menjaga citra pariwisata Indonesia. Ketika wisman diperlakukan dengan baik, maka ini akan membuatnya lebih menyukai Indonesia.

 (Baca Juga:4 Kegiatan yang Sering Dilakukan Wisatawan di Gili Trawangan)

"Jika kita berikan lebih dari yang mereka harapkan, akan membuat mereka susah berpaling dari kita. Semoga pelayanan yang kita berikan relatif bagus pada para wisatawan," lanjutnya.

Arief melanjutkan, fokus ketiga Kemenpar adalah masa pemulihan. Masa pemulihan pasca gempa di Lombok belum bisa diketahui secara pasti. Namun masa tanggap darurat telah ditetapkan selama tiga minggu. Kendati demikian, ia berharap masa pemulihan bisa dilakukan lebih cepat seperti pada saat gempa pertama mengguncang Lombok pada 29 Juli lalu.

"Recovery secara fisik akan kita lakukan setelah tiga minggu. Tetapi semoga lebih cepat. Saya merasa tanggal 4 Agustus sudah recover yang tanggal 29 Juli. Semoga seperti itu juga. Tanggal 5 Agustus sudah recover di tanggal 12 Agustus," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini