nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Denda Visa Expired Tidak Diberlakukan bagi Wisman yang Terdampak Gempa di Lombok

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 23:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 07 406 1933267 denda-visa-expired-tidak-diberlakukan-bagi-wisman-yang-terdampak-gempa-di-lombok-mgqBrfsLIb.jpg Wisman di Bandara Lombok (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

GEMPA yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 5 Agustus lalu membuat banyak wisatawan mancanegara (wisman) terkena dampak. Salah satu kendala yang mereka alami adalah kehilangan paspor dan surat-surat penting, yang artinya mempersulit perjalanan untuk kembali ke negaranya.

Terkait hal ini, Kementerian Pariwisata mengatakan akan membantu para wisman yang kehilangan surat-surat dan paspor. Selain itu, jika wisman kehilangan dompet yang menyebabkan mereka tidak bisa membiayai diri sendiri untuk keluar dari Lombok, pihaknya akan membantu membayar biaya transportasi.

"Kalau kehilangan surat atau paspor akan dibantu. Sudah kita perkirakan, yang kehilangan dompet ya sudah dibayarin saja oleh Dispar atau Kemenpar," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya usai memantau perkembangan di NTB melalui video call di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

(Baca Juga: Pasca Gempa Lombok, Ini Fokus Kementerian Pariwisata)

 

(Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Untuk wisman yang kehilangan paspor diimbau menghubungi Foreign Visitor help desk for Lombok earthquake (operator bantuan untuk wisatawan asing untuk gempa Lombok) di nomor +6287864124151.

"Tinggal telefon di sini, nanti akan diperpanjang dari Jakarta," sambungnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan untuk wisman terdampak gempa yang masa berlaku visa-nya telah habis, tidak akan dikenakan denda overstay (melebihi izin tinggal sesuai ketentuan visa).

"Kalau visa expired tidak didenda. Yang expired biasanya kan didenda 25 dolar, ini dihilangkan. Lalu akan kita bantu buatkan paspor oleh kedutaan besar masing-masing," jelas Arief.

(Baca Juga: 4 Kegiatan yang Sering Dilakukan Wisatawan di Gili Trawangan)

Kepala Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan Dessy Ruhati mengatakan, kekhawatiran yang paling mengganggu wisman adalah kehilangan paspor. Bagi mereka yang kehilangan paspor, akan diminta untuk menuliskan nama dan kewarganegaraan ke help desk yang disebutkan di atas. Jika sudah tercatat, data akan dilaporkan ke Kedutaan Besar masing-masing dan akan dibuatkan paspor.

"Kalau yang bisa diterbitkan di Bali, yang punya konsulat di Bali, diterbitkan di sana, seperti Australia. Mereka diberangkatkan ke konsulat hanya untuk mengambil paspor," jelasnya.

Dessy menambahkan, Kemenpar telah meminta bantuan ke Kapolri, Imigrasi, dan Kemenlu untuk menginstruksikan ke bawah agar dapat membantu wisman yang kehilangan paspor dijamin oleh Kedubes masing-masing.

"Paling tidak di Jakarta atau Bali. Cuma diberi kesempatan bisa ke konsulat jenderal di Bali atau konsulat di Jakarta. Begitu mereka datang, paspornya sudah jadi," jelasnya.

Selain itu, Kemenpar juga memastikan wisman yang masih berada di Lombok mendapat fasilitas menginap gratis. Sampai saat ini, ada 25 kamar yang telah disiapkan secara gratis di Hotel Lombok Raya dan Grand Legi Hotel.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini