nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wajib Tahu, Penyebab Kelainan Tulang Kaki 'O' Pada Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 17:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 07 481 1933115 wajib-tahu-penyebab-kelainan-tulang-kaki-o-pada-anak-e7bvNHLXQx.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

ORANGTUA mana sih yang tidak ingin anak-anak tercintanya bisa tumbuh kembang dengan sehat dan optimal, tanpa ada cela apapun.

Bisa tumbuh kembang dengan normal, tentunya jadi harapan untuk anak bagi semua orangtua. Namun tidak bisa dipungkiri, sederet kelainan bisa saja terjadi pada anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Salah satunya ialah kelainan pada tulang dan sendi anak. Sebab permasalahan soal tulang tidak hanya jadi masalah para orang dewasa ataupun orang-orang yang sudah berusia lanjut. Masalah soal kelainan tulang dan sendi juga dapat terjadi pada anak.

Misalnya seperti yang cukup akrab di kalangan masyarakat awam, yaitu kelainan kaki O, yang terbagi dalam dua yaitu ‘Toeing Out’ atau dengan kata lain kaki menghadap ke luar dan ‘Toeing In’ alias kaki menghadap ke dalam.

 (Baca Juga:Seperti Ini Posisi Menyusui yang Baik agar Ibu dan Bayi Nyaman)

Untuk kelainan tulang dan sendi ‘Toeing In’ dan ‘Toeing Out’ ini, seperti penjelasan dari dr. Faisal Miraj, SP.OT selaku dokter spesialis bedah ortopedi dari Divisi Ortopedi Anak Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, diketahui ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Mulai dari soal kebiasaan duduk, putaran tulang hingga kebiasaan posisi ketika tidur.

 

“Kaki menghadap ke dalam itu, penyebab terbanyaknya adalah tulang kering berputar ke dalam, putaran ke luar tulang paha, lalu anak itu punya kebiasaan untuk duduk dengan sikap W, bisa juga dengan sikap tidur tengkurap dengan kaki yang menghadap ke dalam atau luar. Serta sikap duduk di atas kedua kaki menghadap ke dalam,” jelas dr. Faisal saat ditemui Okezone, Selasa (7/8/2018) dalam acara “Diskusi Media Rumah Sakit Pondok Indah-Kelainan Tulang dan Sendi Pada Anak”, di bilangan Senopati, Jakarta Selatan.

 (Baca Juga:Media Sosial Membuat Anak Usia Sekolah Memiliki Mental Bocah 3 Tahun)

Dr.Faisal menekankan, terkadang orangtua memang tidak menyadari kebiasaan posisi duduk anak yang secara kasat mata terlihat normal alias biasa dilakukan bisa menjadi kontribusi penyebab terjadinya kelainan tulang kaki menghadap ke dalam, atau kaki O ini.

“Maka dari itu disarankan anak itu posisi duduknya bersila, jangan sampai anak istilahnya kebablasan keenakan punya sikap duduk W,” tambahnya.

Lalu, di usia berapakah sebetulnya para orangtua sudah harus mulai mengawasi apakah anak ada mengalami kelainan tulang dan sendi atau tidak. Untuk soal umur, idealnya memang begitu anak lahir orangtua harus cermat dalam memperhatikan tumbuh kembang anak. Namun jika dari segi kelainan tulang disebutkan batas aman ada di usia dua tahun.

“Harusnya memang orangtua observasi itu ya dari sejak lahir. Setelah usia dua tahun itu bisa dibilang sudah jadi warning ya untuk orangtua. Kalau sudah di atas usia dua tahun ya sudah harus khawatir, apakah ada kelainan tulang," lanjut dr. Faisal.

Deteksi dini penanganannya juga bisa dilakukan sedari dini. Cukup banyak kasus, contohnya kelainan tulang belakang bengkok yang biasanya baru ketahuan ketika anak sudah duduk di bangku SMP.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini