Sering Berganti Pasangan Seks, Waspada Penyakit Ini Mengintai Anda

Fienca Amelia , Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 02:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 07 481 1933270 sering-berganti-pasangan-seks-waspada-penyakit-ini-mengintai-anda-rskEaRrhbE.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SIAPAPUN dapat terjangkit Herpes tanpa memandang usia. Virus herpes atau yang kita kenal dengan Herpes Simplex Virus (HSV) merupakan infeksi yang menyebabkan luka dingin.

Herpes bisa muncul di berbagai bagian tubuh, namun kebanyakan kasus herpes menyerang bagian mulut dan alat kelamin. Ada dua virus yang dapat menyebabkan seseorang terinfeksi penyakit herpes yaitu HSV-1 dan HSV-2.

HSV-1 atau yang dikenal dengan Herpes Simplex Virus 1. Jenis virus ini menyebabkan luka melepuh di sekitar mulut dan wajah. Virus ini dapat muncul akibat menggunakan peralatan makan yang sama secara bergantian, berbagi lip balm atau lipstick, dan berciuman.

Baca Juga: 5 Outfit Nagita Slavina Ini Harganya Selangit, Paling Mahal Seharga Rp672 Juta!

Kontak langsung dari kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi akan menularkan HSV melalui celah kulit ataupun air liur. HSV juga bisa menyebar ke mata, menyebabkan kondisi yang disebut herpes keratitis. Ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit mata, keluarnya cairan, dan perasaan tajam di mata.

Kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual akan meningkatkan risiko anda tertular Herpes Simplex Virus (HSV-2). Jenis herpes ini akan menyerang bagian kelamin. Penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual.

Baca Juga: Foto-Foto Transformasi Nissa Sabyan, Berseragam Pramuka hingga Tampil Kece Badai

Dilansir dari Healthline, Menurut American Academy of Dermatology (AAD), diperkirakan sekitar 20 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang aktif secara seksual terinfeksi HSV-2. Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung seperti kondom juga dapat berisiko menularkan HSV-2 dan membuat Anda terinfeksi herpes.

Seorang dengan HSV-2 harus menghindari semua jenis aktivitas seksual dengan orang lain selama sedang terjangkit herpes. Jika tidak mengalami gejala tetapi telah didiagnosis dokter terinfeksi virus tersebut, kondom harus digunakan selama hubungan seksual.

Meskipun sudah menggunakan kondom, virus masih dapat menular ke pasangan Anda dari kulit yang tidak tertutup. Wanita yang hamil dan terinfeksi mungkin harus minum obat untuk mencegah virus menginfeksi bayi yang belum lahir.

Gejala yang akan dirasakan apabila Anda terinfeksi herpes yaitu mengalami luka melepuh di bagian mulut atau alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, gatal yang mengganggu. Bagi sebagian orang mungkin akan mengalami gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kurangnya nafsu makan dan kelenjar getah bening yang membengkak.

Apabila Anda mengalami gejala seperti itu, periksakan langsung ke Dokter. Dokter akan melakukan uji laboratorium HSV dengan mengambil sampel cairan dari luka. Tes darah pun dilakukan untuk membantu mendiagnosis virus ini. Jika hasil tes laboratorium Anda positif terinfeksi virus HSV, dokter akan memberikan obat untuk mengobati luka herpes tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini