nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gila Belanja Tergolong sebagai Gangguan Mental?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 18:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 08 194 1933469 gila-belanja-tergolong-sebagai-gangguan-mental-DtyG1H0eiH.jpg Gila belanja (Foto: Theindependent)

BELANJA adalah salah satu kegiatan yang banyak disukai oleh kaum Hawa. Tak jarang perempuan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membeli barang-barang yang diinginkannya. Bahkan mereka rela menguras tabungan bila melihat ada barang diskon padahal uang belanja kurang.

Sejumlah perempuan malah ada yang terang-terangan mengaku sebagai seorang yang gila belanja. Terkadang mereka tidak bisa mengendalikan diri bila sudah berbelanja. Akan tetapi, ternyata masalahnya bukan hanya sebatas pada pengendalian diri. Para ahli telah memperingatkan bila gila belanja berkaitan dengan penyakit mental.

Gila belanja yang dalam istilah medisnya dikenal dengan nama oniomania merupakan gangguan belanja kompulsif (CBD) dan diakui sebagai penyakit mental. Hasil ini didapatkan setelah para ahli dari Hannover Medical School melakukan penelitian. Dari penelitian terbaru itu terungkap bila hingga 7% orang dewasa memiliki masalah dengan pembelian kompulsif.

BACA JUGA:

Seorang Kakek Habiskan Rp21 Juta untuk Berburu Monster Pokemon

 

Seorang psikolog klinis yang terlibat dalam penelitian tersebut, Profesor Astrid Mueller mengatakan bahwa dibutuhkan pemahaman dan pengakuan yang lebih besar tentang betapa berbahayanya CBD. "Sudah waktunya untuk mengenali gangguan belanja kompulsif sebagai kondisi kesehatan mental. Dengan begitu akan membantu kami (psikolog) mengembangkan perawatan dan metode diagnosis yang lebih baik," ungkapnya seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Rabu (8/8/2018).

Senada dengannya, profesor kecanduan perilaku di Nottingham Trend University yaitu Profesor Mark Griffiths menambahkan, "Sekarang ada bukti yang baik bahwa sejumlah kecil orang terlibat dalam pembelian kompulsif. Meskipun ada bukti dari banyak negara bila gangguan tersebut memang ada, kualitas penelitian sangat bervariasi. Sehingga dibutuhkan penelitian klinis yang lebih berkualitas tinggi untuk memberikan diagnosis resmi jikalau pembelian belanja kompulsif adalah gangguan mental."

"Satu jenis belanja kompulsif yaitu perjudian sudah diakui dan diterima sebagai gangguan mental oleh sebagian besar otoritas medis dan psikiatrik utama. Jadi ada peluang bagus bila gila belanja secara umum dapat diakui di masa depan sebagai gangguan kesehatan mental," jelas Profesor Mark.

 BACA JUGA:

Intip Kehidupan Milenial dari Tempat Lahirnya Bangsa Viking, Tajir-Tajir Loh!

Menurut PsychGuides, mereka yang gila belanja terkadang menggunakan cara tersebut untuk mengatasi emosi negatif dan berusaha keras untuk menyembunyikan pembelian mereka dari orang yang dicintai. Gangguan ini dapat berkembang terlepas dari pendapatan dan harga barang yang dibeli. Namun, banyak pembeli kompulsif membeli barang dalam jumlah banyak karena harganya murah.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini