nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Videonya Mendunia, Ini Alasan Imam Salat di Bali Tetap Bertahan Saat Gempa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 01:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 08 196 1933293 videonya-mendunia-ini-alasan-imam-salat-di-bali-tetap-bertahan-saat-gempa-H5xeV7C6oi.jpg

GEMPA berkekuatan 7 Skala Ritcher yang mengguncang Lombok dan Bali pada Minggu 5 Agustus malam menyisakan sebuah cerita yang mendunia, yaitu video seorang imam salat yang tetap bertahan saat bumi berguncang.

Dia adalah Arafat, imam salat di Musala As-Syuhada, Denpasar, Bali. Unggahan Facebook Live dari musala As-Syuhada, menjadi viral dan mendunia. Unggahan di akun Facebook musala tersebut sudah ditonton lebih dari 200.000 kali, disebar hampir 5.000 kali, dan mendapat hampir 9.000 tanggapan.

Video tersebut juga ikut disebarkan oleh ustaz Yusuf Mansur lewat akun Instagramnya, dan sudah ditonton lebih dari 400.000 kali dan mendapat lebih dari 4.000 komentar. Video Arafat yang bertahan di tengah gempa juga tersebar di media-media internasional, seperti The Guardian, Times of Israel, The Express Tribune di Pakistan, dan Kuwaiti Times.

(Baca Juga: Begini Sosok Mertua Tasya Kamila yang Ternyata Sosialita Tajir, Temannya Kebanyakan Selebriti!)


Menurut takmir musala As-Syuhada, Denpasar, Pungkasandi Putra, Arafat bukanlah imam tetap di tempat ibadah tersebut. "Dia tinggal di sekitar musala. Dia datang sesekali untuk salat wajib, dan kebetulan di musala kita tidak ada imam tetapnya. Jamaah itu pada dorong-dorongan menyuruh untuk maju jadi imam. Baru seminggu ini (jadi imam)," kata Pungkasandi.

Dalam video itu, posisi Pungkasandi berada di belakang mimbar. "Sudah terasa seperti bangunan itu mau rubuh. Sebenarnya awal-awal merasakan gempa itu tidak terlalu kencang, jadi pas bacaan salat Al Fatihah di ujung mau 'amin' itu baru agak keras. Setelah itu terasa goncangan gempa yang keras disertai bunyi-bunyi dari atap, kayu-kayu, plafon, genteng-genteng itu kayak mau jatuh. Baru pada lari," kata Pungkasandi.

(Baca Juga: Foto-Foto Transformasi Nissa Sabyan, Berseragam Pramuka hingga Tampil Kece Badai)

Saat itu, menurutnya ada sekira 35 orang yang beribadah di dalam masjid, namun saat gempa terjadi, hanya ada 10 orang yang bertahan dan melanjutkan ibadah mereka.

Menurut Pungkasandi, dia sempat bertanya pada Arafat, apa yang membuatnya terus melanjutkan ibadah.

Arafat, menurut Pungkasandi mengatakan, "Pertama, dia posisinya sebagai imam. Yang kedua, dia meyakini setiap muslim itu wajib jiwa dan raganya hanya untuk Allah. Padahal saya tanyakan, beliau seumur hidupnya belum pernah merasakan gempa sekeras itu. Bagi dia, masjid itu tempat terbaik untuk berlindung, jadi alasan itu yang membuat dia memutuskan tetap bertahan."

Sementara, mereka yang memutuskan untuk menyelamatkan diri, menurut Pungkasandi, meyakini hadis yang menyatakan boleh membatalkan salat jika ada bencana alam.

(Baca Juga: Viral Video Imam Lanjutkan Salat saat Gempa, Apa Hukumnya bagi Jamaah yang Batalkan Salat?)

Namun, semenjak videonya menjadi viral, menurut Pungkasandi, Arafat belum kembali ke musala karena 'takut ditemui media. "Takutnya riya, cuma kita nasihatin kan ini di luar dugaan kita juga," kata Pungkasandi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini