Mencicipi Dutch Coffee, Kopi Dingin yang Bisa Dicampur Soda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 08 298 1933610 mencicipi-dutch-coffee-kopi-dingin-yang-bisa-dicampur-soda-MRWr0T9p58.jpg Ilustrasi dutch coffee (Foto: dutchcoffee)

ADA banyak cara untuk menikmati secangkir kopi hitam. Jika biasanya kopi diolah melalui proses penyeduhan dan disajikan dalam kondisi hangat, saat ini sudah banyak kreasi kopi ‘dingin’ yang dijual di pasaran. Kreasi kopi ini sebetulnya sudah cukup populer di kalangan pencinta kopi kekinian. Salah satunya adalah cold brew.

Olahan kopi tersebut dibuat dengan memakai metode perendaman selama kurang lebih 8-12 jam. Untuk proses penyeduhannya, cold brew cenderung menggunakan air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Ini lah yang membedakan cold brew dengan kopi pada umumnya.

Selain itu, kopi cold brew tidak boleh terkena paparan suhu panas agar tidak memicu ekstraksi acidity dari kopi itu sendiri. Itulah sebabnya rasa cold brew cenderung lebih ringan dan tidak terlalu asam.

 (Baca Juga:Bukan Daging, Smooked Beef Menggugah Selera Ini Terbuat dari Semangka)

Biji kopi yang digunakan untuk membuat olahan kopi dingin sebetulnya sangat beragam. Tergantung dari cita rasa yang ingin ditonjolkan. Hal tersebut sempat dijelaskan secara gamblang oleh pemilik kedai kopi Buncitmen, Agung Nugraha.

 

“Bisa pakai biji kopi apa saja seperti Toraja, Gayo, Bajawa, atau Kerinci. Kalau kami menggunakan kopi Kayo Aro karena rasanya yang unik. Ada rasa dark chocolate, madu, dan sedikit manis,” tutur Agung, di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Kedai kopi miliknya memang dikenal sebagai salah satu spesialis kopi dingin yang cukup populer di kalangan pencinta kopi Nusantara. Namun agung mengungkapkan, bahwa produk kopi dingin yang mereka sajikan sebetulnya berbeda dengan olahan kopi cold brew.

 (Baca Juga:Bukan Kue Biasa, Wedding Cake Super Mahal Ini Seukuran Manusia Asli)

“Kalau cold brew melalui proses perendeman. Sedangkan kopi kami (dutch coffee) menggunakan teknik waterdrip atau tetesan air selama kurang lebih 12 jam. Kopi ini bisa bertahan sampai 3 bulan jika diletakkan di lemari pendingin,” imbuhnya.

 

(Foto: Dimas/Okezone)

Ia menambahkan, dutch coffee juga bisa dicampurkan dengan berbagai bahan tambahan untuk menciptakan rasa yang istimewa. Misalnya dicampurkan es krim untuk membuat affogato, dicampur susu untuk membuat latte dan cappuccino, atau yang paling sederhana dicampurkan air untuk membuat Americano.

“Kopi itu personal. Jadi mau dicampurkan apapun bisa, kami bahkan menjual kopi yang dicampurkan minuman bersoda. Menu ini bahkan menjadi salah satu favorit di kedai kopi kami, namanya Flying Dutchman. Komposisinya sederhana, cukup campurkan 30 ml dutch coffee dan 30 ml soda. Itu resep dasar. Tapi pengunjung juga bisa request,” tukas Agung.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini