nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Monika Anggreini Menjadi Seorang Kapten Pilot Perempuan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 10:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 09 196 1933917 perjuangan-monika-anggreini-menjadi-seorang-kapten-pilot-perempuan-ENuxU1SdGb.jpg

HINGGA saat ini mungkin belum banyak perempuan yang berkarier sebagai seorang pilot. Hal ini diakui oleh Monika Anggreini, seorang kapten pilot pertama di sebuah maskapai penerbangan swasta. Bahkan perjuangannya untuk mencapai posisi tersebut tidaklah mudah.

Captain Monika, begitu dirinya biasa dipanggil. Terlahir dari kedua orangtua yang merupakan anggota TNI Angkatan Udara (AU) membuatnya dimotivasi oleh sang ayah menjadi pilot. “Dulu saya tidak pernah bercita-cita jadi pilot, dari SD pengin jadi arsitek. Lalu bapak mengatakan ingin salah satu anaknya untuk jadi pilot. Setiap mengantarkan sekolah atau pergi bersama keinginan itu selalu diucapkan,” tuturnya saat ditemui Okezone dalam seminar bertajuk ‘Peran Juang Perempuan Menembus Batas’, Rabu (8/8/2018).

Dalam acara yang digelar oleh Women At AccorHotels Generation di Hotel Mercure Jakarta Cikini itu, Captain Monika menceritakan perjalanan kariernya sebagai pilot yang dimulai pada 1994. Pada saat itu dirinya mendaftar di Juan Flying School, Surabaya. Padahal sebelumnya ia telah menjadi mahasiswi Teknik Sipil di Universitas Trisakti Jakarta.

“Tapi akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan sekolah pilot karena ternyata kuliah teknik sipil susah. Apalagi pada waktu itu satu kelas hanya ada 4-5 mahasiswi,” ungkapnya sambil berseloroh. Dua tahun setelah menjalani pendidikan di sekolah penerbangan, Captain Monika mencoba peruntungan dengan melamar di berbagai maskapai. Akan tetapi, di tahun itu krisis ekonomi terjadi dan membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan. Terlebih untuk menjadi pilot dirinya membutuhkan sejumlah license yang mengizinkannya terbang.

Kondisi ini membuat Captain Monika berpikir untuk banting setir ke profesi lain demi bertahan hidup. Dirinya melamar pekerjaan ke banyak perusahaan dan melanjutkan pendidikan S1 jurusan Ekonomi Akuntansi. Setelah menamatkan pendidikan dan bekerja di bidang lain, perempuan berambut pendek ini ternyata mendapatkan kesempatan untuk meniti karier sebagai pilot.

Tahun 2005 dirinya mulai bekerja sebagai First Officer di AWAIR yang kemudian berganti nama menjadi AirAsia Indonesia. Selama 6 tahun dirinya tetap berada di posisi tersebut. Namun Captain Monika tidak ingin berhenti sampai di situ, ia ingin menjadi kapten. Untuk memenuhi keinginannya itu, dirinya harus kembali bersekolah demi mendapatkan license yang diminta untuk persyaratan.

Selesai bersekolah tak lantas membuatnya menduduki posisi yang diinginkan. Dalam beberapa kali tes dirinya harus menemui kegagalan. Tapi Captain Monika tak menyerah begitu saja. Dia tetap bersemangat untuk mencoba kembali demi mengejar impiannya.

“Buat saya tunjukkan semua yang terbaik, Insya Allah posisi apapun yang diinginkan bisa tercapai. Jangan pernah patah selamat, gagal sekali coba lagi, gagal lagi coba lagi. Kegagalan itu membuat kita lebih baik, lebih maju untuk mencapai posisi yang kita inginkan,” ujar Captain Monika.

Perjuangannya pun berbuah manis. Pada tahun 2014 dirinya berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai seorang kapten pilot. Bahkan dirinya diberikan kesempatan untuk menjemput langsung pesawat yang hendak dikendarainya di Perancis. Hingga saat ini Captain Monika telah memiliki kurang lebih 11.800 jam terbang.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini