nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

William Wongso Beberkan Kriteria Kuliner agar Bisa Dikatakan Legendaris

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 05:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 09 298 1934360 william-wongso-beberkan-kriteria-kuliner-agar-bisa-dikatakan-legendaris-bq1DO4GsXC.jpg Gudeg Yu Djum yang legendaris (Foto: adityapurwaputra/Instagram)

SETIAP daerah di Indonesia, hadir dengan kebudayaannya masing-masing. Salah satu bentuknya, bisa berupa sajian makanan khas.

Di Ibu Kota Jakarta misalnya, jika mendengar kata makanan nasi uduk maka kebanyakan orang akan teringat nasi uduk Kebon Kacang. Lalu soal gado-gado, akan teringat gado-gado Bonbin, mendengar kata ketoprak akan langsung ingat dengan ketoprak Curagil, atau lain lagi saat mendengar sajian nasi goreng kambing maka nasi goreng kambing Kebon Sirih adalah salah satu yang terlintas di benak banyak orang.

Begitu juga di luar Jakarta, misalnya di Cirebon yang terkenal punya hidangan nasi jamblang Mang Dul, Yogyakarta dengan sajian nasi gudeg Yu Djum-nya yang terkenal, atau ada Semarang yang memiliki hidangan khas terkenal yaitu Asem-Asem Koh Liem.

(Gado-gado Bonbin, Foto: emakngemil/Instagram)

 (Baca Juga:Punya Stok Susu Bubuk di Rumah, Begini 4 Cara Menyimpannya agar Awet)

Kuliner-kuliner di atas, seolah menjadi sebuah kuliner legendaris dari masing-masing daerahnya. Namun, sejatinya apakah memang sebuah tempat makan atau restoran yang terkenal dan disukai banyak orang maka otomatis bisa disebut menjadi kuliner legenda? Apa sih hal yang sebenarnya menjadi kriteria sebuah kuliner bisa disebut sebagai kuliner legenda?

"Kriteria sebuah tempat makan bisa dikatakan sebagai kuliner legenda itu, menurut saya yang pertama adalah yang bisa bertahan turun-temurun, kriteria umumnya sampai tiga keturunan. Kuliner legenda itu maksudnya yang sudah bisa bertahan," jelas pakar kuliner William Wongso kala dijumpai Okezone, Kamis (9/8/2018) di bilangan Grogol, Jakarta Barat.

(Gudeg Yu Djum, Foto: thomas_sastrowardoyo/Instagram)

 (Baca Juga:Suka Makan, Yuki Kato Akui Tak Masalah Wisata Kuliner Sendirian)

Namun jangan salah kaprah dulu, menurut salah satu sahabat karib mendiang Bondan Winarno ini, bisa bertahan lama hingga dua sampai tiga keturunan belumlah cukup untul bisa dikatakan sebagai kuliner legendaris. Sebab, kembali lagi, penyedia kuliner tersebut harus bisa mempertahankan kualitas.

"Dengan catatan, bisa bertahan sampai minimum dua atau tiga keturunan dan tetap bisa menyajikan kualitas sama dari makanan-makanan khas dari daerah itu. Bertahan lah kualitasnya," tandasnya singkat.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini