nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isu Tsunami, Pemicu Utama Eksodus Ribuan Turis dari Lombok

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 07:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 09 406 1933866 isu-tsunami-pemicu-utama-eksodus-ribuan-turis-dari-lombok-q3YRzXTnDA.jpg

RIBUAN wisatawan mancanegara berbondong-bondong meninggalkan Lombok paska gempa berkekuatan 7 skala ritcher pada Minggu 5 Agustus lalu. Sejatinya bukan gempa yang membuat para turis eksodus, melainkan isu tsunami.

"Yang menjadi persoalan adalah murni hoaks tsunami, sehingga bukan saja wisatawan yang terdampak, tetapi juga masyarakat yang harus mengungsi. Isu itu yang membuat orang (wisatawan) eksodus,” ujar Ketua PHRI NTB, Lalu Abdul Hadi Faisal.

Akibatnya industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat terpukul akibat gempa sehingga dibutuhkan minimal tiga bulan untuk kembali normal seperti sedia kala.

Menyikapi situasi ini pemerintah dan kalangan industri berjanji mempromosikan Lombok "aman untuk dikunjungi kembali" setelah dihadapkan kenyataan sekitar 70% wisatawan meninggalkan wilayah itu menyusul gempa.

Hampir 20% bangunan hotel di Lombok Utara dilaporkan rusak parah, tetapi sebagian besar hotel lainnya dilaporkan "hanya retak-retak".

"Terutama hotel yang ada di pesisir utara pulau Lombok, termasuk hotel di tiga gili (pulau) yang menggunakan konstruksi beton," kata Kepala Dinas Pariwisata provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Lalu Faozal kepada BBC News Indonesia.

Ditanya berapa kerugian yang dialami dunia pariwisata NTB akibat dampak gempa, Faozal mengaku semua pihak "sedang menghitung." Saat ini pihaknya ingin memastikan bahwa fasilitas pariwisata yang rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi secara normal.

Mereka juga mengecek fasilitas pariwisata, seperti rumah makan, restoran, toko cenderamata, hotel dan fasilitas lainnya, untuk memastikan tingkat kerusakannya, apakah rusak berat, sedang atau ringan.

"Misalnya ada hotel rusak berat, itu recoverynya (pemulihan) mulai dari nol, kemudian ada rusak sedang, dan ada pula yang tidak rusak. Nah, yang tidak rusak, kita pulihkan dulu agar dia bisa operasional," jelas Faozal.

Kapan industri perhotelan di Lombok diperkirakan pulih?

Pihaknya kemudian menargetkan dalam tiga bulan ke depan kondisi pariwisata di NTB dapat kembali berjalan normal. “Karena rata-rata untuk rusak sedang itu butuh waktu satu sampai dua bulan untuk mengembalikan fisiknya seperti semula. Nah, kan tidak ada perbaikan fisik itu satu atau dua minggu."

"Dibutuhkan setidaknya sebulan, karena konstruksi kan. Ya, hitung-hitungan dalam satu bulan, sudah ada yang mulai operasional," papar Faozal.

Berapa jumlah wisatawan yang eksodus?

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi Faisal mengatakan jumlah wisatawan yang meninggalkan Lombok pasca gempa hampir 70%.

"Sisanya 30% masih berada di sekitar Lombok," kata Abdul Hadi saat dihubungi BBC News Indonesia melalui sambungan telepon.

Dia mengklaim sebagian besar turis yang meninggalkan Lombok merupakan wisatawan yang tinggal di kawasan Lombok Utara saat gempa mengguncang.

"Sekitar Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan dan kemudian di sekitar Senggigi, memilih keluar dari Lombok. Tapi wisatawan di Lombok Tengah dan Mataram masih banyak menetap," kata Abdul Hadi.

(Baca Juga: Foto-Foto Transformasi Nissa Sabyan, Berseragam Pramuka hingga Tampil Kece Badai)

Apa upaya agar wisatawan datang kembali ke Lombok?

Tentang kekhawatiran bahwa dampak gempa ini akan membuat wisatawan enggan datang ke Lombok, pihaknya berjanji untuk terus mempromosikan bahwa wisata Lombok tidak berbahaya pasca gempa. "Kami akan menyampaikan bahwa kami siap untuk menerima mereka datang kembali," ujarnya.

Pihaknya kemudian mengharapkan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur di kawasan lokasi wisata. "Termasuk memperbaiki lampu di jalan, karena itu jadi potret kesiapan kita menyambut tamu."

Pengelola hotel yakin pulih secepatnya

Trihartoto, general manajer Hotel Aruna Senggigi, Lombok, mengatakan struktur bangunan hotel yang dikelolanya masih tetap berdiri kokoh saat gempa mengguncang.

Saat itu, Minggu (05/08) malam, ada 66 kamar dengan 144 tamu domestik dan manca negara. "Dan saat gempa, tidak ada tamu yang cedera atau meninggal," kata Trihartoto.

Saat kejadian dan sesudahnya, akunya, tidak semua tamu serta-merta meninggalkan hotel. "Karena tidak ada kerusakan berarti pada hotel kami."

Dan sampai Rabu (08/08) siang, masih ada 20 kamar dengan 36 orang. "Jadi kami masih menerima tamu yang mau menginap di hotel kami."

(Baca Juga: Tubuhnya Terlalu Seksi, Artis Cantik Ini Dilarang Main Film!)


'Wisatawan harus diyakinkan'

Ditanya tentang kekhawatiran dampak gempa di Lombok dapat memukul industri pariwisata di wilayah itu, Trihartoto mengatakan, dunia perhotelan memiliki semangat untuk segera pulih dari kondisi seperti sekarang.

"Kami dari pelaku industri tetap akan memberikan energi positif bahwa area Senggigi, khususnya Lombok, ada beberapa area yang masih bisa dikunjungi oleh tamu," tandasnya.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa industri pariwisata di Lombok akan segera pulih dengan dilakukannya upaya pemulihan. "Saya yakin akan ada arah recovery dari semua sisi."

Ditanya apakah gempa berimbas kepada intensitas kedatangan tamu ke hotelnya dalam waktu dekat, Toto mengatakan secara psikologis para wisatawan harus diyakinkan bahwa "di beberapa Lombok masih bisa dikunjungi".

"Kita harus tetap semangat bahwa hal ini pasti akan segera berlalu sehingga pemulihan menyeluruh bisa kita lakukan bersama-sama."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini