Share

4 Mitos Seputar Menyusui yang Masih Dipercaya, Moms Harus Tahu!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 09 481 1933889 4-mitos-seputar-menyusui-yang-masih-dipercaya-moms-harus-tahu-AJRrWNWppr.jpg Menyusui (Foto: Boldsky)

SAAT baru mulai jadi ibu muda biasanya akan menerima banyak nasihat, mulai dari masa kehamilan hingga menyusui dan membesarkan anak. Tidak hanya dari teman-teman atau orangtua, moms juga bisa mendapat pengetahuan dari internet.

Ibu muda tentu dituntut cerdas dan selektif dalam memilah informasi yang dibutuhkan untuk merawat anak. Alih-alih memberikan yang terbaik, jika yang diterapkan hanya mitos belaka bisa jadi bayi malah sakit.

Meskipun zaman sudah canggih dan modern, tidak menutup kemungkinan ibu muda tidak terkecoh dengan mitos, lho. Pasalnya, ternyata masih banyak mitos yang dipercaya dan bahkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dalam merawat bayi, terutama saat tahap menyusui. Dikutip Okezone berikut 4 nasihat seputar menyusui yang ternyata cuma mitos, yang diluruskan oleh dr. Yoga Devaera, Sp. A(K).

1. Ibu menyusui hanya boleh konsumsi makanan hambar

Ibu menyusui memang harus memperhatikan apa pun yang ia makan, tetapi tidak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu bisa memakan makanan yang mereka suka, selama tidak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu, misalnya makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari ibu yang tidak terlalu banyak pantangan ketika menyusui. Selain membuat ibu senang karena bisa memakan beragam makanan dan mengurangi stres sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tidak akan tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan, kaena sudah diperkenalkan dengan berbagai rasa.

2. Ibu harus berhenti menyusui ketika sakit

Menghindari menyusui bayi ketika sakit bukan berarti bayi tidak akan tertular penyakit ibu. Di saat ibu menyadari ia tidak sehat, si kecil kemungkinan sudah mulai terpapar dengan virus atau bakteri penyebab infeksi. Malahan, menyusui ketika sedang sakit akan memberikan antibody pelindung yang akan menjaga bayi tetap sehat.

3. Setelah kembali bekerja ibu harus menyapih bayi

Tentunya hal ini tidak benar. Jika ibu berkomitmen untuk memerah ASI, dia tetap bisa memberikan ASI bagi si kecil selama yang dia inginkan. Ibu bisa memerah dua hingga tiga jam sekali di sela pekerjaan. Ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan malam hari. Hal ini akan menjaga produksi ASI ibu tidak berkurang setelah kembali bekerja. Jangan lupa mulai menabung ASI sebelum masa cuti berakhir.

4. MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja

Selain karbohidrat bayi juga membutuhkan tambahan protein dan terutama zat besi dari makanannya. Zat besi sangat penting untuk kecerdasannya. Zat besi pada sayuran hijau mempunyai penyerapan yang buruk, sedangkan zat besi dalam daging merah mempunyai penyerapan yang baik. Apabila si kecil hanya diberikan buah dan tim sayur, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi dan protein. Ibu tidak perlu khawatir pada usia enam bulan saluran cerna bayi sudah siap mencerna sumber protein hewani. Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber protein hewani dan sumber zat besi seperti daging merah atau ati ayam.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini