Kenapa Bayi Tidak Boleh Konsumsi Madu?

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 09 481 1934041 kenapa-bayi-tidak-boleh-konsumsi-madu-ZK7vbEeJQ0.jpg Bayi makan (Foto: Parentsmagazine)

Tanda dan Gejala Botulism pada Bayi

Gejala botulisme dimulai antara 3 hingga 30 hari setelah bayi menelan spora. Meskipun botulisme bayi dapat diobati, namun penting bagi orangtua untuk segera menyadari jika si kecil mengalami tanda-tanda seperti bayi mulai tampak lemah, kesulitan dalam menghisap atau menyusui.

Selain itu ada beberapa gejala lain dari botulisme pada bayi:

- Ekspresi wajah yang datar

- Tidak nafsu makan atau cara makan yang lamban

- Menangis dan terlihat lemas

- Malas bergerak

- Kesulitan menelan air liur hingga selalu ngeces

- Kelemahan otot

- Masalah pernapasan

 

 BACA JUGA:

Perjuangan Monika Anggreini Menjadi Seorang Kapten Pilot Perempuan

Mencegah Botulism pada Bayi

Salah satu cara untuk mengurangi risiko botulisme pada bayi adalah tidak memberikan bayi madu atau makanan olahan yang mengandung madu sebelum ulang tahun pertama mereka.

Madu adalah sumber bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini tidak berbahaya bagi anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua karena sistem pencernaan mereka lebih matang.

Kemudian masaklah makanan kaleng hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko kontaminasi spora C. botulinum. lalu rebus makanan yang hendak dikonsumsi bayi selama 10 menit sebelum menyajikannya.

Selain terdapat pada madu, spora Clostridium botulinum juga tersebar di mana-mana. Mereka ada di debu bahkan di udara. Karena itu jika memiliki bayi, alangkah lebih baik jika rajin membersihkan lingkungan rumah. Demikian seperti dikutip Theasianparent, Kamis (9/8/2018)

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini