10 Hoaks yang Sering Beredar di Masyarakat Tentang Penyebaran HIV/AIDS

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 09 481 1934095 10-hoaks-yang-sering-beredar-di-masyarakat-tentang-penyebaran-hiv-aids-E7BWsYLPOK.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BIDANG kesehatan kerap kali dipenuhi berbagai hoaks atau berita bohong. Anda tentu sudah sering menerima informasi yang beredar di media sosial tentang fakta atau pengobatan suatu penyakit. Padahal belum tentu informasi tersebut benar adanya dan sesuai dengan keadaan medis seseorang.

Salah satu penyakit yang sering dilanda hoaks adalah HIV/AIDS. Banyak informasi salah berkaitan dengan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Terutama tentang proses penularannya.

"(Virus) HIV tidak menular melalui kontak sosial seperti salaman, berenang, ciuman, tangisan, penggunaan toilet bareng, pakai alat makan bersama, tinggal dalam satu rumah bersama, mengobrol, bersin, dan digigit serangga," ungkap dr Adyana Esti dari Klinik Angsamerah Jakarta saat ditemui Okezone dalam diskusi media tentang HIV/AIDS, Kamis (9/8/2019) di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

 (Baca Juga:10 Khasiat Kunyit yang Bisa Bikin Kamu Panjang Umur)

Berbicara mengenai cairan tubuh yang keluar seperti air mata, air liur, dan keringat, dokter yang akrab disapa dr Esti itu menjelaskan bila memang ada virus HIV yang terkandung. "Tapi jumlahnya sedikit, tidak cukup untuk menularkan virus. Untuk mampu menularkan, virus HIV memiliki 4 prinsip penularan," imbuhnya.

Prinsip yang pertama adalah adanya pintu keluar dari virus, biasanya melalui darah. Kedua, jumlahnya cukup atau tidak. Ketiga, kekuatan virus untuk bertahan, virus HIV bisa langsung mati kurang dari 1 menit apabila terpapar sinar matahari. Keempat, adanya pintu masuk untuk virus seperti luka.

Sementara itu, dalam paparannya dr Esti mengungkapkan 10 hoaks yang sering beredar tentang HIV/AIDS. Berikut ulasannya:

 (Baca Juga:Tanpa Obat, 5 Makanan Ini Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah)

1. HIV/AIDS dapat ditularkan melalui penggunaan pisau cukur

Banyak masyarakat yang percaya bila penggunaan pisau cukur secara bergantian di antara anggota keluarga maupun di tempat potong rambut dapat menularkan HIV/AIDS. Nyatanya virus dapat dengan mudah mati di udara bebas. Namun penggunaan pisau cukur bergantian memang tidak disarankan karena masalah higienitas bukan penularan penyakit tersebut.

2. HIV/AIDS dapat menular melalui penggunaan alat makan secara bergantian

Biasanya masyarakat awam enggan menggunakan alat makan yang sama dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) lantaran takut tertular melalui air liur. Akan tetapi seperti yang diungkapkan sebelumnya, jumlah virus HIV di air liur sangat sedikit dan tidak mampu menginfeksi karena akan langsung mati begitu di udara bebas. Virus hanya dapat menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan Miss V, dan air susu ibu (ASI).

 (Baca Juga:6 Bahaya Konsumsi Pemanis Buatan, Hindari kalau Tak Mau Diabetes)

3. Virus HIV dapat ditularkan melalui makanan kaleng

Seringkali beredar informasi bila banyak makanan kaleng yang telah diinjeksikan atau disuntikkan dengan darah yang mengandung virus HIV. Tapi sekali lagi, virus mudah mati di luar tubuh manusia. Selain itu, makanan kaleng juga melewati proses sterilisasi sehingga virus mudah mati.

4. Virus HIV bisa ditularkan melalui ciuman

Seperti yang diungkapkan di atas, ciuman tidak menularkan virus HIV karena jumlahnya di air liur sangat sedikit.

 

5. Virus HIV dapat ditularkan melalui jarum terinfeksi di kursi bioskop

Informasi yang sudah beredar sejak beberapa tahun lalu ini mungkin pernah Anda dengar. Akan tetapi, terlepas dari benar atau tidaknya fenomena tersebut, virus HIV dapat dengan mudah mati di udara bebas terutama bila jarum tidak memiliki tempat penyimpanan darah. Penyebabnya karena sel virus tidak dapat berdiri sendiri tanpa induk sel seperti darah, sperma, ASl, dan cairan Miss V.

6. HIV/AIDS dapat ditularkan melalui air kolam renang

Air kolam renang mengandung klorin atau kaporit yang sangat tinggi sehingga tidak mungkin menyebarkan virus HIV. Sebab bahan kimia tersebut mempercepat proses matinya virus.

7. HIV/AIDS bisa ditularkan melalui pakaian bekas

Sekali lagi, HIV/AIDS hanya dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan Miss V, dan ASI. Penularan lainnya dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian, hubungan seks yang tidak aman, dan pemberian ASI dari ibu ke anak. Selain dari itu tidak memungkinkan penyebaran.

8. HIV/AIDS ditularkan melalui pembalut yang sudah terkontaminasi virus

Virus HIV yang keluar dari tubuh manusia akan mati dalam waktu kurang dari satu menit bila tidak ada tempat berkembang biaknya yaitu di sel T. Oleh sebab itu, bila darah perempuan ODHA mengering di pembalut maka tidak akan menularkan virus HIV.

 

9. Pemeriksaan darah untuk kolestrol dan diabetes dapat menyebarkan virus HIV

Tidak jauh berbeda dengan hoaks terkait penyebaran virus melalui jarum di kursi bioskop, jarum pemeriksaan darah untuk diabetes dan kolesterol tidak memiliki lubang penyimpanan darah. Hal itu membuat virus HIV/AIDS akan cepat mati di udara bebas.

 

10. ARV adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan hati

Informasi ini sering membuat ODHA beralih ke pengobatan herbal dibandingkan mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Padahal pengobatan herbal bisa mendatangkan masalah lain. Sampai saat ini obat yang tepat untuk HIV hanya ARV.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini