nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Melukis di Badan Kuda Tanpa Sadar Ajarkan Anak Kejam pada Binatang

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 12:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 10 196 1934586 tren-melukis-di-badan-kuda-tanpa-sadar-ajarkan-anak-kejam-pada-binatang-dRltqsArNf.jpg Melukis di badan kuda dianggap tindakan kejam pada binatang (Foto:Ist)

PESTA ulangtahun jadi momen yang paling membahagiakan setiap tahunnya bagi anak-anak. Anak yang berulangtahun bahagia karena mendapat banyak hadiah, sementara anak-anak yang jadi tamu undangan bahagia karena dapat bertemu, bermain, dan bersenang-senang dengan teman-temannya.

Tren seperti adanya badut sulap, bernyanyi sambil menari, hingga menghancurkan piñata sudah biasa dilakukan dan dihadirkan oleh para orangtua di dalam pesta ulangtahun anaknya. Saat ini ada sebuah tren baru di ulangtahun yang sudah banyak dihadirkan orangtua khususnya di Inggris, yaitu melukis di badan seekor kuda.

Semula memang nampak menarik bagi anak-anak, karena mereka bisa melatih kreativitas dan berani berinteraksi dengan kuda yang ukurannya cukup besar. Namun, di balik senyum bahagia anak yang melukis badan kuda tersimpan ajaran yang cukup serius dan berperangaruh pada perangai anak.

 Hebat, Baru Berusia 3 Tahun Gadis Ini Punya IQ Lebih dari 170

Ya, menjadikan badan kuda sebagai kanvas, sama saja mengajarkan anak dengan berlaku kejam pada binatang, karena mereka akan merasa memiliki daya untuk membuat kuda lemah karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika dilukis badannya. Anak-anak menggunakan kapur berwarna khusus dan mulai menuliskan nama sendiri, cap tangan, dan lukisan seenaknya mereka hingga badan kuda tertutupi oleh warna-warni yang digoreskan.

Seperti yang dilansir Okezone dari laman Mirror, Jumat (10/8/2018), mereka yang di belakang tren tersebut mengatakan itu tidak berbahaya dan lukisan itu sering dilakukan sebagai terapi, membantu anak-anak disabilitas, tetapi tidak semua orang sepakat dengan gagasan itu. Pasalnya, tren melukis badan kuda membuat kuda kehilangan hak asasi mereka, orangtua perlu diingatkan kuda bukan alat pesta.

 Puas Liburan di Bali, Giliran Pulau Sumba yang Dikunjungi David Beckham Sekeluarga

Singkat cerita akhirnya ada orang, yaitu Sophie Tomlinson dari Altrincham, Cheshire meluncurkan petisi di change.org, yang telah ditandatangani oleh 10 ribu orang dalam tiga hari, padahal targetnya hanya 7.500. Sophie menganggap tren melukis badan kuda pony adalah tren mengganggu yang bermunculan di Inggris.

“Bayangkan kuda diikat di tengah-tengah tawa yang menjerit-jerit, tidak bisa diprediksi dan ditebak anak-anak akan melumuri cat di bagian badan mana, maukah Anda bertukar tempat? Tren ini terjadi di seluruh negeri sekarang dan kita perlu ambil sikap. Bagaimana perasaan Anda jika ada orang asing yang mengolesi cat pada hewan peliharaan Anda?” tegasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini