nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menelaah Penyebab Kucing Mendengkur

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 11 Agustus 2018 19:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 11 196 1935205 menelaah-penyebab-kucing-mendengkur-dj3TAOilZ3.jpg Kucing. (Foto: BBC)

KUCING-KUCING kita barangkali akan mendengkur ketika kita membelai atau menggelitiki mereka, tetapi ternyata dengkuran merupakan bentuk komunikasi yang lebih rumit ketimbang yang kita duga. Kita pikir kita tahu apa artinya dengkuran kucing.

Ada anggapan dengkuran kucing itu menunjukkan dia tengah merasakan kenikmatan: suara serak nan manja setiap kali mereka digelitik atau dibelai, suara yang nyaris tak pudar ketika melipat badannya di pangkuan sang pemilik. Tetapi itu bukanlah cerita lengkapnya. Ada banyak yang bisa diceritakan dari dengkuran kucing ketimbang yang mungkin Anda duga.

Bahkan, 'bagaimana' dengkuran itu bisa terjadi sudah menjadi perdebatan sejak lama. Beberapa orang berpikir dengkuran itu terkait aliran darah ke vena cava inferior, pembuluh yang membawa darah yang sudah terdeoksigenasi ke sisi kanan jantung. Tetapi dengan lebih banyak penelitian, tampaknya lebih mungkin suara-suara itu berasal dari otot-otot di dalam pangkal tenggorokan kucing.

Baca Juga: Foto-Foto Transformasi Nissa Sabyan, Berseragam Pramuka hingga Tampil Kece Badai

 

Ketika mereka bergerak, mereka melebarkan dan menyempitkan glotis, bagian dari pangkal tenggorokan yang dikelilingi pita suara - dan udara bergetar setiap kali kucing bernafas keluar masuk. Hasilnya? Sebuah dengkuran.

Kendati ilmu pengetahuan saat ini sangat yakin pada proses itu, tidak ada jawaban yang pasti seperti apa yang memicu reaksi tersebut. Petunjuk terbesar adalah osilator saraf dalam di otak kucing, yang justru tidak memiliki tujuan jelas.

Tetapi jika osilator saraf itu terpancing, apakah itu hanya ketika kucing merasa senang? Kadang-kadang. Tetapi hanya kadang-kadang.

Marjan Debevere adalah seorang fotografer di tempat penampungan kucing di London, yang saat ini sedang belajar untuk mendapatkan gelar dalam psikologi kucing.

Baca Juga: Kemeja Putih Presiden Joko Widodo Banyak Ditaksir, Netizen: "Udah Bisa Dibeli di Online Shop Mana?"

 

Dia juga pemilik empat ekor kucing, Clive, Hula, Luigi dan Archie, yang penampilannya di Instagram terus dibanjiri penggemarnya. (Saat ini pengikutnya mencapai 33.000 dan terus bertambah).

Bagian dari misteri di sekitar dengkuran adalah bahwa kita sering hanya memperhatikan dengkuran kucing terjadi "saat kita menggelitiki mereka di tempat-tempat yang mereka sukai," kata Debevere.

Padahal mereka juga mendengkur ketika kita sedang tidak ada, dan lamanya dengkuran bervariasi antar kucing. "Semua kucing berbeda, beberapa tidak pernah mendengkur, dan beberapa akan mendengkur tanpa henti," katanya.

Dia menggambarkan perbandingan antara Luigi, kucing liar jinak yang mengikuti seseorang masuk ke kantor mereka dan kemudian dibawa ke tempat penampungan, dan Archie, yang "pindah dari tetangga sebelah" dan menjadi bagian dari keluarga. Dengkuran Luigi sedikit, sementara Archie banyak.

"Saya menyaksikan ada banyak dengkuran kucing ketika mereka sekarat, dan ketika mereka akan 'ditidurkan'. Para dokter hewan akan mengatakan sesuatu seperti 'mereka akan mendengkur sampai akhir', dan orang-orang beranggapan kucing-kucing itu merasa bahagia ketika mendengkur. Padahal tidak selalu begitu," tuturnya.

Penelitian tentang perilaku dan komunikasi kucing tertinggal jauh daripada penelitian tentang anjing, yang biasanya lebih banyak yang ingin berpartisipasi, terutama jika melibatkan hadiah makanan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak sorotan yang dicurahkan untuk dengkuran kucing.

"Kita baru mulai memahaminya, dan masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab daripada yang dijawab," kata Gary Weitzman, seorang dokter hewan dan CEO di San Diego Humane Society.

"Selain biasanya mewakili rasa senang kucing, dengkuran juga dapat menunjukkan rasa gugup, ketakutan dan stres. Untungnya, lebih sering sebagai indikator rasa senang."

Hal tersebut sudah menjadi spekulasi sejak beberapa dekade, bahwa dengkuran merupakan bentuk komunikasi. Pada awal tahun 2000-an, kami berhipotesis bahwa dengkuran memiliki tujuan lain.

"Penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth von Muggenthaler, Karen Overall dan lainnya telah mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang tujuan mendengkur. Tampaknya dengkuran memiliki sifat komunikasi, meredakan dan penyembuhan," kata Weitzman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini