nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menggali Lebih Dalam Jenis Serta Rahasia Orgasme Pria dan Wanita

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 11 Agustus 2018 21:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 11 196 1935236 menggali-lebih-dalam-jenis-serta-rahasia-orgasme-pria-dan-wanita-ENEQWbdVRQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ORGASME adalah perubahan atau reaksi tubuh yang biasanya terjadi saat hubungan seksual. Orgasme juga dikenal dengan istilah klimaks seksual. Lebih spesifiknya, orgasme adalah merupakan pelepasan mendadak dari akumulasi kenikmatan seksual yang diperoleh ketika berhubungan intim.

Dunia psikologi juga menjelaskan orgasme tidak hanya mengacu pada sensasi fisik, tapi juga secara emosional dan kognitif. Sebenarnya tidak ada penjelasan yang benar-benar tepat yang bisa mendeskripsikan orgasme, karena orgasme adalah sebuah pengalaman unik yang bisa dirasakan secara berbeda-beda pada setiap orang. Selain itu, para ahli juga mengamati bahwa kira-kira ada 26 jenis orgasme yang bisa dialami seseorang.

Jenis-jenis orgasme

Para pakar seksologi telah membedakan 26 jenis orgasme. Di antaranya, jenis-jenis yang paling sering terjadi adalah:

- Orgasme campuran, merupakan jenis orgasme yang terjadi ketika beberapa jenis orgasme terjadi secara bersamaan. Salah satunya dengan melakukan seks misionaris.

- Multiple orgasm, di mana orgasme terjadi beberapa kali dalam waktu yang relatif singkat.

- Pressure orgasm, merupakan orgasme yang bisa timbul melalui rangsangan yang tak disengaja (misalnya pada anak-anak yang bereksperimen dengan menyentuh alat kelaminnya sendiri, tanpa memahami maksud dan reaksi yang terjadi pada tubuhnya).

- Relaxation orgasm. Orgasme ini disebabkan oleh relaksasi yang sangat dalam dan disertai dengan rangsangan seksual.

- Tension orgasm. Merupakan jenis orgasme yang paling umum, disebabkan oleh rangsangan pada tubuh secara langsung.

Sebenarnya bagaimana cara mencapai orgasme?

Orgasme adalah suatu sensasi yang bisa dicapai dengan banyak cara. Tidak ada satu rumus pasti yang bisa menjamin terjadinya klimaks. seperti kontak dan rangsangan seksual, bahkan termasuk oral seks dan jenis-jenis seks lainnya.

Orgasme juga bisa tercapai meskipun rangsangan terjadi melalui pemaksaan seperti pada korban perkosaan atau pelecehan seksual. Orgasme ini disebut dengan orgasme yang tidak disengaja (involuntary orgasm). Namun, berbeda dengan orgasme yang disengaja, korban perkosaan tidak menikmati sama sekali sensasi ini.

Ternyata terdapat perbedaan cara mencapai orgasme antara pria dan wanita yang akan dijelaskan di bawah ini:

Orgasme pada pria

Orgasme pada pria terjadi akibat adanya rangsangan pada penis atau area sensitif lainnya. Bagi pria, puncak orgasme adalah ejakulasi. Namun, ada juga orgasme pria yang tidak disertai ejakulasi, disebut dengan orgasme kering. Selain itu, orgasme pada pria juga dapat dicapai melalui rangsangan pada prostat. Orgasme pria terdiri atas empat fase yaitu:

Pria yang sedang bergairah atau terangsang akan dibuktikan dengan terjadinya ereksi penis. Penis yang bereaksi akan membesar dan memanjang sehingga jadi lebih keras. Skrotum akan menegang sehingga membuat testis tertarik ke arah tubuh. Hal ini menyebabkan peningkatan aliran darah menuju jaringan pada penis yang disebut korpora.

 - Ketika terjadi peningkatan aliran darah di korpora, kelenjar penis dan testikel akan membesar. Selain itu, akibat terjadinya peningkatan tekanan pada otot di sekitar panggul, mungkin akan terjadi pula peningkatan denyut jantung dan ritme pernapasan.

- Kontraksi otot pada panggul kemudian menyebabkan keluarnya air mani menuju uretra. Air mani merupakan cairan tubuh yang mengandung sperma. Fase ini berlangsung sekitar 10-30 detik.

- Resolusi atau periode refraktori adalah fase pemulihan setelah tercapainya orgasme dan ejakulasi. Durasinya berbeda pada tiap orang, tergantung usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Biasanya semakin bertambah usia, semakin lama waktu pemulihannya. Pada fase ini, penis akan melemas dan kembali ke ukuran semula dan orgasme lanjutan tidak mungkin terjadi.

Orgasme pada wanita

Orgasme pada wanita dapat tercapai melalui rangsangan pada berbagai area tubuh seperti vagina, payudara, dan klitoris. Klitoris merupakan area dengan lebih dari 8.000 ujung saraf sensoris, sehingga sifatnya sangat sensitif terhadap rangsangan. Orgasme pada wanita dapat dijelaskan melalui tiga fase yaitu:

- Melalui rangsangan secara fisik maupun psikologis (imajinasi), vulva wanita akan mengalami pembengkakkan dan basah oleh cairan vagina. Selain itu, mungkin juga akan terjadi peningkatan detak jantung dan ritme napas.

- Bersamaan dengan peningkatan aliran darah, area vagina bawah juga akan menjadi lebih ketat. Selain itu, mungkin juga akan terjadi pembesaran payudara hingga 25 persen.

- Sama seperti pria, orgasme pada wanita juga terjadi ketika otot-otot pada vagina berkontraksi secara bersamaan, tapi dengan durasi yang lebih lama, yaitu sekitar 51 detik.

- Setelah orgasme, kondisi tubuh wanita akan kembali seperti semula. Berbeda dengan pria, dengan rangsangan-rangsangan lebih lanjut, orgasme lanjutan masih memungkinkan untuk terjadi bagi wanita.

Gangguan orgasme

Ada beberapa masalah yang bisa mempengaruhi kemampuan orgasme seseorang. Misalnya orgasme yang terlambat atau tertunda, hingga sama sekali tidak dapat orgasme. Penyebabnya berbeda-beda, tapi salah satunya biasanya adalah karena penggunaan obat-obat tertentu seperti obat antidepresan.

Pada pria, gangguan orgasme dapat disebabkan oleh gangguan pada jantung, sementara pada wanita salah satu penyebabnya adalah masalah-masalah kandungan atau organ reproduksi. Selain itu, baik pada pria maupun wanita, gangguan orgasme sama-sama bisa terjadi akibat masalah psikologis.


Fakta tentang orgasme yang sering disalahpahami

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan seksual bukan merupakan faktor penentu dalam kesuksesan suatu hubungan, meskipun seks memiliki peran yang cukup penting. Karena itu, orgasme juga bukan merupakan hal terpenting dari pengalaman seksual seseorang. Banyak orang yang sampai saat ini belum pernah mencapai orgasme meskipun sudah berkali-kali berhubungan intim atau masturbasi, dan ini cukup umum.

Kesalahpahaman yang juga sering muncul adalah bahwa orgasme hanya dapat diperoleh melalui pengalaman seksual, tapi nyatanya ada banyak cara lain untuk mencapainya. Misalnya ketika seseorang orgasme saat tidur (mimpi basah).

Bila Anda punya pertanyaan, keluhan, atau kekhawatiran tertentu soal kesehatan seksual, segera konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini