Menggali Lebih Dalam Jenis Serta Rahasia Orgasme Pria dan Wanita

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 11 Agustus 2018 21:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 11 196 1935236 menggali-lebih-dalam-jenis-serta-rahasia-orgasme-pria-dan-wanita-ENEQWbdVRQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Orgasme pada pria

Orgasme pada pria terjadi akibat adanya rangsangan pada penis atau area sensitif lainnya. Bagi pria, puncak orgasme adalah ejakulasi. Namun, ada juga orgasme pria yang tidak disertai ejakulasi, disebut dengan orgasme kering. Selain itu, orgasme pada pria juga dapat dicapai melalui rangsangan pada prostat. Orgasme pria terdiri atas empat fase yaitu:

Pria yang sedang bergairah atau terangsang akan dibuktikan dengan terjadinya ereksi penis. Penis yang bereaksi akan membesar dan memanjang sehingga jadi lebih keras. Skrotum akan menegang sehingga membuat testis tertarik ke arah tubuh. Hal ini menyebabkan peningkatan aliran darah menuju jaringan pada penis yang disebut korpora.

 - Ketika terjadi peningkatan aliran darah di korpora, kelenjar penis dan testikel akan membesar. Selain itu, akibat terjadinya peningkatan tekanan pada otot di sekitar panggul, mungkin akan terjadi pula peningkatan denyut jantung dan ritme pernapasan.

- Kontraksi otot pada panggul kemudian menyebabkan keluarnya air mani menuju uretra. Air mani merupakan cairan tubuh yang mengandung sperma. Fase ini berlangsung sekitar 10-30 detik.

- Resolusi atau periode refraktori adalah fase pemulihan setelah tercapainya orgasme dan ejakulasi. Durasinya berbeda pada tiap orang, tergantung usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Biasanya semakin bertambah usia, semakin lama waktu pemulihannya. Pada fase ini, penis akan melemas dan kembali ke ukuran semula dan orgasme lanjutan tidak mungkin terjadi.

Orgasme pada wanita

Orgasme pada wanita dapat tercapai melalui rangsangan pada berbagai area tubuh seperti vagina, payudara, dan klitoris. Klitoris merupakan area dengan lebih dari 8.000 ujung saraf sensoris, sehingga sifatnya sangat sensitif terhadap rangsangan. Orgasme pada wanita dapat dijelaskan melalui tiga fase yaitu:

- Melalui rangsangan secara fisik maupun psikologis (imajinasi), vulva wanita akan mengalami pembengkakkan dan basah oleh cairan vagina. Selain itu, mungkin juga akan terjadi peningkatan detak jantung dan ritme napas.

- Bersamaan dengan peningkatan aliran darah, area vagina bawah juga akan menjadi lebih ketat. Selain itu, mungkin juga akan terjadi pembesaran payudara hingga 25 persen.

- Sama seperti pria, orgasme pada wanita juga terjadi ketika otot-otot pada vagina berkontraksi secara bersamaan, tapi dengan durasi yang lebih lama, yaitu sekitar 51 detik.

- Setelah orgasme, kondisi tubuh wanita akan kembali seperti semula. Berbeda dengan pria, dengan rangsangan-rangsangan lebih lanjut, orgasme lanjutan masih memungkinkan untuk terjadi bagi wanita.

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini