nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikmati Panorama Dieng di Suhu yang Ekstrem

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Minggu 12 Agustus 2018 19:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 12 406 1935497 menikmati-panorama-dieng-di-suhu-yang-ekstrem-UiKsQVtzpc.JPG Kawasan Candi Arjuna di Dieng (Foto: Utami/Okezone)

TAHUN ini, masyarakat di sekitar Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, merasakan puncak ekstremnya suhu Dieng yang bisa mencapai -5 derajat Celcius. Bahkan, fenomena embun upas (embun es) terjadi selama beberapa hari pada awal Juli hingga Agustus.

Fenomena embun upas juga dapat dilihat oleh para pengunjung dari luar kota yang datang untuk menikmati Dieng Culture Festival 2018 pada 3-5 Agustus lalu. Embun upas, atau fenomena berubahnya embun menjadi es bisa dilihat di pagi hari saat suhu sangat dingin.

Bahkan di suhu 5 derajat Celcius, embun upas dapat terlihat. Baik di rerumputan, tanaman para petani, hingga benda-benda yang berada di luar ruangan.

 

Salah satu pengunjung yang melihat fenomena embun upas ini adalah Yuniarti dari Kudus. Ia dan suaminya sengaja membangun tenda di kawasan camping ground di Kompleks Candi Arjuna untuk menyaksikan Dieng Culture Festival sekaligus melihat fenomena embun upas.

 (Baca Juga: 4 Oleh-Oleh yang Bisa Dibawa Pulang dari Dieng)

"Saya tadi sempat memotret es tebal yang ada di atap mobil di kawasan ini," ucapnya sembari memperlihatkan hasil fotonya.

 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Copeh, petugas penjaga camping ground. Pria bernama asli Miswanto ini bercerita bahwa akibat suhu dingin yang mencapai minus, sejumlah wisatawan yang mendirikan tenda pulang lantaran tak bisa menahan hanya dingin tersebut.

Pada pagi hari di tanggal 4 Agustus 2018, ia mengatakan suhu di kawasan Candi Arjuna mencapai 5 derajat Celcius. Suhu tersebut sudah cukup untuk menghasilkan embun upas pada tanaman dan rumput.

"Tadi pagi di sini putih, karena tertutup es semua," ucap Copeh.

 (Baca Juga: Menilik Anak Gimbal Dieng dan Kisahnya yang di Luar Nalar)

Bahkan, ia menunjukkan segumpal es hasil keisengannya malam itu. Segumpal es tersebut berasal dari air yang disimpan di dalam wadah mi instan dan dibiarkan semalaman di luar ruangan.

 

"Ini saya taruh dari tadi malam, dan jadi es buat kenang-kenangan. Karena enggak setiap tahun begini," kata Copeh.

Selain es menggumpal, ia juga memperlihatkan tanaman-tanaman kentang dan sayur-sayuran yang membusuk akibat suhu yang sangat dingin. Kerugian para petani pun tidak bisa diprediksi bersamaan dengan tidak bisa diprediksinya kapan embun upas datang.

 

Suhu mulai naik ketika matahari muncul. Namun, meski matahari terik, suhu di kawasan itu berkisar antara 9-11 derajat Celcius.

Kendati demikian, panorama alam Dieng yang dikelilingi dengan pegunungan memberikan kenikmatan sendiri. Tampak Gunung Sindoro berdiri kokoh di sela-sela dua bukit.

 

Candi Arjuna sore itu pun menjadi obyek paling diburu wisatawan untuk berfoto. Suasana sore hari yang dipenuhi sinar matahari tanpa kabut membuat pemandangan semakin indah untuk dinikmati.

Mereka pun mengabadikan momen matahari terbenam dengan siluet Candi Arjuna. Beberapa pengunjung bergantian berfoto untuk mengenang satu hari yang indah di Dieng.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini