nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya Menjijikkan, Rambut pada Makanan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 13 481 1935683 tak-hanya-menjijikan-rambut-pada-makanan-bisa-sebabkan-penyakit-berbahaya-kxAjA1VzwZ.jpg Makanan Tak Enak (Timesofindia)

PERNAHKAH Anda menemukan helaian rambut di dalam makanan yang dipesan? Ya, tentunya hal ini sangat menjijikkan. Tak hanya saat membeli makanan di luar, namun makanan yang dimasak di rumah pun kerap tak luput dari helaian rambut.

Selain menjijikkan dan mengurangi nafsu makan, tahukah bahwa rambut yang masuk ke dalam makanan bisa menyebabkan keracunan? Sebagaimana diketahui rambut manusia terdiri dari protein yang disebut keratin. Meski keratin tidak berbahaya jika dikonsumsi, namun ada hal lain yang membuatnya berbahaya bagi tubuh manusia.

 Baca juga: Penyakit Langka Sebabkan Orang Tak Bisa Kenali Wajah!

Makanan tak Enak (Timesofindia)

Seseorang dapat tersedak ketika tidak sengaja menelan helaian rambut yang berukuran panjang. Hal ini banyak menimbulkan risiko kesehan mulai dari infeksi tenggorokan, mual dan muntah.

Selain itu makanan yang tidak higienis bisa membawa berbagai penyakit seperti tufoid, kolera dan sakit kuning. Kehadiran rambut dalam makanan juga dapat menularkan infeksi jamur karena adanya staph aureus, yakni sejenis bakteri yang ditemukan dalam kulit, rambut manusia atau binatang.

Rambut manusia dalam makanan tidak hanya menjijikkan untuk dilihat tetapi juga menimbulkan banyak risiko kesehatan karena seseorang dapat tersedak sehingga menyebabkan infeksi tenggorokan, mual dan muntah. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan lainnya seperti tifoid, kolera, dan sakit kuning, dan lain-lain. Jika Anda tidak tahu rambut manusia dapat menularkan infeksi jamur karena kehadiran 'Staph aureus', sejenis bakteri yang ditemukan di kulit dan rambut manusia dan binatang.

 Baca juga: Saingi Milenial, Nenek 90 Tahun Tak Mau Kalah Bergaya di Medsos

Sebagimana diberitakan Times of India, Senin (13/8/2018), menurit ahli makanan dan kesehatan, rambut manusia dikategorikan sebagai kontaminan mikrobiologi karena dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme pada makanan yang dimasak. Berbagai faktor organik seperti minyak, keringat, pewarna, atau sampo yang menempel pada rambut menyebabkan lahirnya patogen di dalam makanan ketika dibiarkan untuk waktu yang lebih lama.

 Makanan tak enak

Institut Sains Nasional, Teknologi, dan Studi Pembangunan, New Delhi melakukan penelitian dan melaporkan bahwa rambut manusia mengandung sejumlah besar bahan kimia beracun yang berasal dari lingkungan. Jika tak sengaja terkonsumsi, hal ini dapat merusak sistem internal tubuh manusia.

Sebenarnya masalah rambut yang terdapat pada makanan, sangatlah alamiah. Sebagaimana diketahui rambut rontok adalah proses alami dan umum yang terjadi setiap hari. Ini telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Hair Foundation, Queen's College, Oxford University, Inggris.

 Baca juga: Viral Video Driver Taksi Online Angkut Setan, Beneran Gak Ya?

Studi ini mengungkapkan bahwa setiap manusia melepaskan antara 100-150 helai rambut setiap hari. Jadi, jika Anda menghitung jumlah rambut yang jatuh di dapur restoran setiap hari, ada kemungkinan bahwa beberapa rambut tersebut mungkin merusak makanan.

Oleh karena itu, orang yang bekerja di restoran, hotel, toko roti, dan unit pemrosesan makanan diminta untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra. Caranya adalah dengan menggunakan topi plastik dan sarung tangan untuk menjaga kebersihan makanan.

The Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) memiliki panduan ketat tentang praktik kebersihan makanan dan penggunaan memakai jaring, sarung tangan, dan topi untuk mencegah rambut memasuki makanan.

Di India topi plastik dan sarung tangan sangat populer, tetapi di banyak negara lain menggunakan masker janggut dan kumis adalah hal wajib untuk menghindari segala bentuk kontaminasi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini