15 Fakta Hipertensi si Pembunuh Senyap, Gejalanya Sulit Dideteksi!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 13 481 1935701 15-fakta-hipertensi-si-pembunuh-senyap-gejalanya-sulit-dideteksi-fuVMU7Toss.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “si pembunuh senyap” karena gejalanya sulit untuk dideteksi, bahkan tanpa keluhan sama sekali. Penyakit ini biasanya baru disadari ketika sang penderita mengalami komplikasi.

Perlu diketahui bahwa hipertensi merupakan penyebab paling umum terjadinya masalah kardiovaskular, dan merupakan masalah utama pada negara maju maupun berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan deteksi dini untuk mencegah penyakit tersebut.

Satu-satunya cara untuk mendeteksi hipertensi adalah melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari kebiasaan merokok, menghindari konsumsi garam berlebih, serta meningkatkan konsumsi sayuran dan buah.

Nah, untuk memahami lebih lanjut bahaya hipertensi, yuk simak 15 fakta tentang hipertensi yang berhasil dirangkum Okezone melalui portal Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular milik Kementerian Kesehatan, Senin (13/8/2018).

Baca Juga: Seksinya Pakaian Aurel Hermansyah, Bisa Bikin Pria Nelen Ludah

1. Hipertensi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah menjadi naik karena gangguan pada pembuluh darah. Sebagai akibatnya suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya.

2. Jumlah penderita hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% pada 2007.

3. 76 % dari penderita hipertensi tidak pernah menyadari dirinya sakit.

4. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg, lebih dari itu Waspada Hipertensi!

5. Seseorang disebut hipertensi bila tekanan darah lebih dari 140/90.

Baca Juga: Intip Gaya Ashanty di Rumah, Baju Bunga-bunganya Bikin Fresh!

6. Gejala hipertensi di antaranya pusing, sakit kepala, tengkuk terasa pegal, penglihatan kabur, sering kesemutan, jantung berdebar, dan cepat merasa lelah. Namun jangan tunggu gejala datang karena sebagian besar penderita hipertensi tidak bergejala.

7. Bahaya hipertensi bisa mengenai banyak organ tubuh di antaranya mata, otak, ginjal, dan jantung.

8. Usia di atas 55 tahun lebih berisiko terkena hipertensi.

9. Hipertensi berkaitan dengan keturunan, apabila kedua prang tua hipertensi maka 45 % berisiko menurun ke anaknya. Anda yang memiliki risiko ini harus segera mengubah gaya hidup dan memeriksakan tekanan darah secara teratur.

10. Orang dengan obesitas 5 kali lebih berisiko terkena hipertensi.

11. Kurang aktivitas, merokok, mengonsumsi makanan asin, minum alkohol dan stress dapat meningkatkan risiko hipertensi.

12. Batasi konsumsi garam 1 sendok teh per hari dapat menurunkan risiko hipertensi.

13. Hipertensi dapat dicegah, dan bila sudah terkena pun dapat dikontrol dengan minum obat teratur dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

14. Daun kumis kucing, daun seledri dan daun pegangan dapat dijadikan jamu pendamping obat (harus dengan konsultasi dokter) untuk membantu menurunkan tekanan darah.

15. Hipertensi tidak mematikan, namun apabila dibiarkan maka dapat berefek fatal seperti stroke pada otak dan gagal jantung. Komplikasi inilah yang dapat menyebabkan kematian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini