nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selandia Baru Larang Penggunaan Kantung Plastik Sekali Pakai, Ini Alasannya!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 13 481 1935741 selandia-baru-larang-penggunaan-kantung-plastik-sekali-pakai-ini-alasannya-IKIjnCVPtF.jpg Plastik (Khmertimeskh)

KESADARAN untuk menggunakan produk ramah lingkungan telah dilakukan sejumlah negara. Salah satunya adalah pelarangan penggunaan kantung plastik. Seperti yang diketahui, sampah plastik merupakan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengumumkan rencana untuk melarang wilayahnya menggunakan kantung plastik. Peraturan itu akan dilakukan secara bertahap. Dirinya mengatakan bila pemerintah memiliki target bila di tahun depan penggunaan kantung plastik sekali pakai sudah dilarang. Bersama dengan politikus sekaligus penggiat lingkungan, Eugenie Sage, Jacinda menuliskan pernyataan yang menjelaskan pentingnya mengatasi polusi plastik.

 Baca juga: Tak Hanya Menjijikkan, Rambut pada Makanan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya

Kantung Plastik

"Kami akan menghentikan penggunaan kantung plastik sekali pakai sehingga kami dapat lebih baik menjaga lingkungan serta menjaga reputasi bersih dan di Selandia Baru. Setiap tahun ada ratusan juta kantung plastik sekali pakai yang menggunung dan akhirnya mencemari lingkungan pesisir serta laut yang berharga. Hal ini menyebabkan bahaya serius bagi semua jenis kehidupan laut," tulisnya seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (13/8/2018).

Dua tahun lalu sebenarnya sudah ada petisi online yang meminta pemerintah mengeluarkan larangan kantung plastik di Selandia Baru. Petisi itu saat ini memiliki lebih dari 60.000 tanda tangan. Menurut Jacinda sebagian besar surat-surat yang ia terima mengenai penggunaan kantung plastik sekali pakai berasal dari anak-anak sekolah yang memiliki kepedulian terhadap topik polusi plastik.

 Baca juga: Saingi Milenial, Nenek 90 Tahun Tak Mau Kalah Bergaya di Medsos

Kantung Plastik (Reuters)

Di tengah kesadaran banyak orang untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari, Jacinda percaya jika larangan yang dibuatnya akan memiliki dampak sangat menguntungkan pada kebiasaan berbelanja orang Selandia Baru.

"Sangat bagus karena banyak orang yang sudah mengubah cara mereka berbelanja. Tetapi penting bagi kami untuk membantu semua warga menyesuaikan kebiasaan belanjanya. Kita harus jauh lebih pintar untuk memiliki cara mengelola limbah plastik dan ini adalah awal yang bagus," terangnya.

Dirinya yakin masyarakat Selandia Baru memiliki dedikasi untuk menjalani kehidupan berkelanjutan dengan membantu mendorong gerakan larangan kantung plastik sekali pakai. "Seruan publik untuk tindakan tersebut telah mendorong sejumlah besar pengecer termasuk supermarket, untuk tidak lagi menggunakan kantung plastik sekali pakai. Kami ingin mendukung upaya mereka dengan memastikan industri ritel bergerak bersama dengan cara yang adil dan efektif. Pemerintah akan bekerja bersama supermarket dan pengecer lain untuk membuat masyarakat mengubah kebiasaan belanjanya dengan menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali," tambah Jacinda.

 Baca juga: 5 Zodiak Ini Sulit Banget Bilang "I Love You", Gengsi atau Malu-Malu Kucing?

Dalam pernyataan yang dibuat tertulis bila larangan itu akan diberlakukan selama enam bulan ke depan. Masyarakat Selandia Baru juga diberikan kesempatan untuk mengemukakan pandangannya tentang larangan penggunaan kantung plastik sekali pakai hingga 14 September mendatang. Dari situ pemerintah akan menindaklanjuti rencananya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini