nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beri MPASI Buah atau Sayur Saja untuk Bayi Tidak Tingkatkan Perkembangan Otak

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 16:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 13 481 1935891 beri-mpasi-buah-atau-sayur-saja-untuk-bayi-tidak-tingkatkan-perkembangan-otak-p9VMsgKajb.JPG Ilustrasi (Foto: Todaysparent)

IBU muda zaman sekarang pasti selalu memberikan menu makanan pendamping ASI (MPASI) pertama kepada si kecil berupa buah atau sayuran. Justru menurut dokter itu tidak disarankan, karena baiknya langsung berikan sumber protein hewani, lemak dan karbohidrat untuk mendukung perkembangan otaknya.

Sayangnya, banyak ibu yang memberi inspirasi menu MPASI praktis untuk si kecil di media sosial, tapi rupanya salah kaprah. Kalau Anda sudah salah sontek, waspadai risiko buruknya terhadap perkembangan anak yang semestinya.

Meluruskan hal itu, Konsultan Nutrisi Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan FKUI/RSCM Dr dr Damayanti R Sjarif SpA(K) mengatakan, ketika anak sudah mendapatkan menu MPASI yang salah pertama kalinya, dapat memicu kegagalan tumbuh kembangnya. Seharusnya setelah anak mendapat ASI eksklusif, harus dibarengi dengan MPASI yang nutrisinya benar.

 (Baca Juga:Sensitif Terhadap Bunyi? Bisa Jadi Anda Memiliki Misophonia)


"Kenalkan makanan keluarga yang terdiri dari karbohidrat, lemak dan protein hewani, tapi tekstur makanan harus disesuaikan dengan kemampuan makan bayi," ujar dia saat Diskusi Nutrisi dan Tumbuh Kembang bersama Forum Ngobras di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Dia menuturkan, jika kebutuhan ASI eksklusif sudah tidak mencukupi, tentu anak harus mendapat asupan energi sebesar 30%, protein yang berkualitas tinggi 20%, zat besi 97%, seng 80%, hingga vitamin A sebesar 30%. Untuk mendapatkan asupan baik itu, di usianya yang memasuki 6 bulan, anak tidak cukup jika diberi makan tepung beras atau pure buah dan sayur saja.

"Sayur atau buah kalau diberikan kepada bayi malah tidak bagus kalau berlebihan. Dia bisa saja sembelit karena kebanyakan serat," bebernya.

 (Baca Juga:5 Langkah Ini Bisa Bantu Cegah Penyakit Malaria)

Justru, tambah Dr Damayanti, si kecil langsung disarankan mendapatkan MPASI pertama langsung berupa telur, daging ayam atau sapi, ikan, susu, keju, dan sebagainya. Tapi sayang, banyak orangtua yang tidak paham dengan pemenuhan gizi yang tepat untuk anaknya.

 

Beberapa orang bahkan percaya jika memberikan si kecil makan daging saat mendapatkan MPASI pertama, dikhawatirkan akan mengganggu ginjal dan beberapa organ tubuh lain. Justru itu salah karena tidak ada studi pendukung.

Dia menjelaskan, kalau bayi Anda tidak memungkinkan membuat MPASI rumahan yang memenuhi persyaratan gizi, WHO memperbolehkan penggunaan MPASI instan. Namun tentunya makanan tersebut harus sesuai dengan CODEX atau yang mempunyai ijin edar dari BPOM RI.

"Tapi malahan ini orangtua banyak yang menolak karena dianggap tidak sehat. Justru ini salah, padahal WHO sudah mengakui produk makanan bayi instan berbagai merek dan memenuhi standar gizi anak," tegas dia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini