nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tari Topeng Ireng Khas Indonesia Mengguncang Stockholm

Renny Sundayani, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 14 406 1936332 tari-topeng-ireng-khas-indonesia-mengguncang-stockholm-FDVeN2nXDB.jpg Pementasan Tarian Indonesia di Swedia (Foto: Dok/MNC)

Memperkenalkan budaya asli Indonesia kepada dunia dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pementasan tari tradisional di luar negeri. Berlokasi di Kungstrad Garden, Stockholm, Swedia, Kedutaan besar Indonesia untuk Swedia menggelar acara bertema kampung Indonesia selama 2 hari berturut-turut.

Kemeriahan acara terasa dari penampilan dari penampilan beragam tarian khas Indonesia, salah satunya yang ditampilkan oleh anak-anak duta seni dan misi kebudayaan pelajar boyolali. Tak hanya satu, namun ada beberapa tarian yang mereka sajikan. Mulai dari kusuma bangsa, kolo krido, bedaya temanten, jaran kepang, gotong royonh, dan tari topeng ireng.

Lincah gerakan penari seirama dengan lagu yang didendangkan, terlebih make-up dan kostum yang mereka kenakan sangatlah mencolok dan penuh dengan warna. Hal ini sudah pasti mengundang banyak mata untuk menyaksikannya.

Kedubes Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro mengatakan sudah lama untuk mempersiapkan tarian tersebut. Menurutnya tarian yang dipersembahkan tersebut, melambangkan bakti terhadap negara, yakni kesuma negara.

"Ya, kita sudah cukup lama untuk mempersiapkan. Baik untuk menghubungi kawan-kawan dari Indonesia, dan alhamdulillah reponnya cukup bagus. Dari pemerintah daerah jawa barat, kemudian juga dari jogjakarta dan alhamdulillah juga kita akan menerima pemerintah kabupaten, pemkab boyolali. Jadi atas arahan dari pak bupati juga kami senang sekali. Dengan adanya pementasan tersebut, diharapkan Indonesia bisa memajukan trade tourism dan investment.

(Baca Juga: Meriahkan Asian Games, Rumah Makan Ini Bikin Menu Asinan Gemes 2018 dan Viral di Medsos!)

"Tapi yang paling keliatan hasilnya adalah tourisme. Tourisme ini bisa mencapai sekarang ini untuk Indonesia dari waktu tahun 2016. volume turis tahun 2016 itu 39 ribu. Turis dari mancanegara, wisman itu 39 ribu dari swedia. Nah kemarin akhir tahun 2017, itu sudah sampe 51 ribu. Jadi lonjakan tiap tahun itu besar, jadi kurang lebih kalau dari statistik kementerian pariwisata 23,6 persen. Ini luar biasa melebihi rata-rata kenaikan untuk negara asia kemudian juga total dunia," beber Bagas.

Sementara Diana Ring, Head Marketing MNC Travel menyambut baik pementasan tari tradisional di Eropa. Ia mengatakan potensi wisata dan budaya alam di Indonesia khususnya Boyolali sangat besar.

"Dan saya yakin dengan adanya perform boyolali datang ke swedia ini bisa meng-grab wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia khususnya boyolali," bebernya.

Diwawancarai terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro membeberkan, alasan pentaskan Topeng Ireng di Swedia, lantaran tarian tersebut menjadi maskot dan menjadi ikon tari di lereng merapi.

5 Zodiak Ini Sulit Banget Bilang "I Love You", Gengsi atau Malu-Malu Kucing?

"Dan ternyata ini menjadi maskot, baik di barselona, venesia, di new York bahkan di halaman universitas Harvard pun mendapat applaus yang luar biasa. Oleh karena itu setiap tahun ini yang kita jadikan maskot dari tujuh rancangan tarian yang kita siapkan,” beber Seno.

Tarian Topi Ireng juga miliki pesan-pesan tersendiri, "“Sebagai orang jawa dan sekarang menjadi pejabat wes samestine uri-uri kabudayaan jawi, entah dimanapun berada. Karena saya punya kemampuan maka saya mengirimkan, memamerkan budaya jawa ini di pentas tingkat internasioanl saya yakin semua pada senang,” jelasnya. Atas keberhasilan Indonesia Festival Indonesia di Eropa, Seno pun memberikan apreasiasi kepada MNC Travel yang telah mensuport festival ini hingga sukses.

“Saya terima kasih MNC ikut bergabung, kenapa baru sekarang kita sudah enam tahun berturut-turut tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Sekali lagi terima kasih untuk MNC Group semoga kerjasama ini semakin mesra dan kemesraan ini janganlah cepat berlalu," pungkasnya.

Seperti diketahui, Festival Indonesia di Eropa ini merupakan sebuah event yang berkelas dunia. Dan Indonesia khususnya Kabupaten Boyolali telah mengikuti di beberapa kota besar di eropa sebanyak 6 kali.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini