nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siklus Menstruasi Mengubah Otak Perempuan Jadi Lebih Baik?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 02:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 15 196 1936640 siklus-menstruasi-mengubah-otak-perempuan-jadi-lebih-baik-XsMDPq2Pl2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DARI para pesulap medis Mesir kuno hingga filsuf berjanggut Yunani Klasik, pria telah merenungkan kondisi ini selama ribuan tahun. Tanda-tanda sangat banyak, termasuk kecemasan dan fantasi erotis, tetapi ada satu yang pasti: itu hanya terjadi pada perempuan.

Plato percaya bahwa histeria disebabkan karena rahim yang berduka, yang sedih karena tidak mengandung anak.

Orang-orang pada zamannya mengatakan bahwa itu muncul ketika organ berkeliaran di tubuh dan terperangkap di bagian tubuh yang lain.

Baca Juga : 5 Zodiak Ini Sulit Banget Bilang "I Love You", Gengsi atau Malu-Malu Kucing?

Keyakinan itu bertahan hingga ke abad ke-19, ketika gangguan itu diobati dengan cara membuat perempuan orgasme dengan cikal bakal vibrator.

Bahkan hingga saat ini, gagasan bahwa biologi perempuan bisa membuat otaknya jadi bingung, mudah ditemukan di budaya populer. Jika seorang perempuan moody, dia ditanya apakah "sedang datang bulan". Jika dia merasa seksual, dia diberitahu bahwa dia mungkin sedang berovulasi.

Ternyata ini bukannya tidak berdasar. Beberapa perempuan benar-benar merasa kecemasan berlebih dan mudah marah di sekitar masa haid mereka. Dan memang benar bahwa kita lebih termotivasi oleh seks pada saat sel telur dilepaskan alias ovulasi.

(Tentu saja, itu tidak berarti selalu terjadi. Penjelasannya begini: penting untuk diingat bahwa kecenderungan menghubungkan keluhan wanita dengan kondisi seperti 'histeria' bisa menghasilkan sesuatu yang berbahaya.)

Tetapi yang tak banyak diketahui adalah bahwa siklus menstruasi dapat mempengaruhi otak wanita dengan cara yang positif pula.

Ternyata perempuan lebih cakap dalam keterampilan tertentu, seperti kesadaran spasial, setelah haid. Tiga minggu setelahnya, perempuan jadi komunikator yang lebih baik - dan anehnya, pandai menilai ketika orang lain merasa takut.

Dan pada sebagian masa haid, otak perempuan jadi lebih besar. Apa yang sedang terjadi?

Alih-alih rahim yang berulah, sumber utama perubahan ini adalah ovarium, yang melepaskan estrogen dan progesteron dalam jumlah yang berbeda sepanjang bulan.

Hormon-hormon ini terutama bertugas menebalkan lapisan rahim dan memutuskan waktu pelepasan sel telur. Mereka juga memberi banyak pengaruh yang dalam pada otak dan perilaku wanita.

Para ilmuwan telah mempelajari siklus menstruasi sejak 1930-an. Ini adalah topik penelitian yang sangat populer, dan sekarang kita tahu bahwa itu menstruasi punya semua jenis efek aneh, mulai dari mempengaruhi kemampuan wanita untuk berhenti merokok hingga jenis mimpinya setiap malam.

Tetapi segunung pengetahuan ini tidak terlahir akibat ketertarikan pada biologi wanita, tapi didorong oleh keinginan memahami perbedaan pria dan wanita - dan mengapa.

Baca Juga: 10 Perempuan Terseksi di India, Lekuk Tubuhnya Nyaris Tanpa Cela

Tetapi apakah hormon itu terlibat? Dan jika iya, seberapa banyak?

Selama bertahun-tahun, para peneliti berpikir bahwa beberapa perubahan bulanan perempuan punya keunggulan evolusioner, seperti penemuan bahwa perempuan lebih menyukai laki-laki yang lebih maskulin dan simetris ketika mereka berada pada kondisi paling subur.

Tetapi ini tidak benar - beberapa penelitian berskala besar belum menemukan kaitan apa pun.

Salah satu contoh perbedaan ini ada di otak kita. Perbedaan fisik antara jenis kelamin meluas ke otak, dan para ilmuwan telah menduga selama bertahun-tahun bahwa mereka turun ke hormon.

"Pada dasarnya kami meneliti fluktuasi alami kadar hormon seks yang kami temukan," kata Markus Hausmann, seorang ahli saraf di University of Durham.

"Ini mungkin siklus menstruasi pada wanita, atau fluktuasi musiman kadar testosteron pada pria. Eksperimen ini sepenuhnya alami. "

Salah satu pembeda perempuan adalah keterampilan sosial yang lebih baik. Perempuan punya empati dan teori pikiran yang lebih baik - pemahaman bahwa manusia lain mungkin memiliki perspektif yang berbeda. Mereka juga punya keterampilan komunikasi yang lebih baik.

Hasil gambar untuk menstruasi shutterstock, okezone

Ini dianggap sebagai alasan kenapa anak laki-laki empat kali lebih mungkin didiagnosis dengan autisme ringan; sebab anak perempuan lebih lihai menyamarkan gejalanya.

"Wanita bisa bicara lebih cepat daripada pria, lebih fasih secara verbal daripada pria, dan sebenarnya lebih jago mengeja," kata Pauline Maki, seorang psikolog di University of Illinois, Chicago.

Keuntungan sosial ini dianggap sebagai hasil evolusi karena, ribuan tahun yang lalu, ibu yang pandai bicara akan lebih baik dalam menyampaikan informasi penting kepada anak-anak mereka - misalnya untuk tidak makan tanaman beracun tertentu.

Kekuatan otak

Tetapi terlepas dari mengapa itu ada, transformasi bulanan otak wanita tetap bisa menjadi keuntungan.

Alasannya terletak pada perbedaan lain antara otak laki-laki dan perempuan. Perempuan cenderung tidak memakai satu sisi otak untuk menyelesaikan tugas, tapi lebih cenderung menggunakan kedua sisi otak.

Pembagian kiri-kanan ini relatif stabil. "Kebanyakan orang menunjukkan efek ini ketika menggunakan tangan," kata Hausmann.

"Jadi misalnya, saya tidak kidal. Ini jadi petunjuk tentang di mana letak bahasa di otak saya. Pengguna tangan kanan biasanya menyimpan bahasa lokal di sisi kiri otak." Spesialisasi ini dianggap berguna, karena kebanyakan spesies-dari ikan sampai kadal-memiliki otak seperti ini.

Mengapa otak perempuan lebih sedikit juga merupakan misteri besar. Tapi ini juga berfluktuasi.

Tahun 2002, Hausmann menemukan bahwa, seperti halnya ciri-ciri 'perempuan' lainnya, kecenderungan seorang perempuam untuk menggunakan kedua sisi meningkat ketika tingkat estrogen dan progesteron meningkat setiap bulan.

Satu keuntungannya adalah bahwa pergeseran ini memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam berpikir.

"Ketika orang memiliki pola yang berbeda di otak mereka selama bulan itu, hasilnya adalah strategi pemecahan masalah yang berbeda," kata Hausmann.

"Jadi orang-orang yang lebih mengandalkan otak kiri dapat memecahkan masalah dengan cara yang lebih logis, dan orang-orang otak kanan bisa mengandalkan proses holistik ketika mereka mencoba untuk menyelesaikan tugas."

Maka, lain kali kalau ada orang yang bertanya apakah Anda sedang terpengaruh hormon, Anda bisa bilang, ya, tapi itu tidak selalu buruk.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini