Generasi Milenial Disalahkan atas Penurunan Konsumsi Kentang, Ini Alasannya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 298 1936737 generasi-milenial-disalahkan-atas-penurunan-konsumsi-kentang-ini-alasannya-FP5NKnLDg4.jpg Generasi milenial disalahkan atas penurunan konsumsi kentang (Foto:Ist)

KEBERADAAN kentang memang menjadi populer belakangan ini, mengalahkan nasi yang sering kita konsumsi. Kentang pun bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, dari dihaluskan, digoreng hingga dipanggang.

Sebagai makanan subtitusi nasi, kentang pun aman untuk dikonsumsi semua orang, termasuk para vegetarian. Namun, hasil penelitian menunjukkan, penjualan kentang mengalami penurunan. Generasi millennial pun disalahkan atas penurunan itu. Untuk beberapa alasan, spuds yang sangat digemari mengalami penurunan penjualan sebesar 5,4% sejak 2015.

Menurut orang-orang di situs pertanian The Grocer, mereka yang berusia antara 18 dan 34 harus disalahkan atas penurunan dramatis. Para peneliti menyebut generasi milenial memilih makanan yang 'sehat, nyaman dan eksotis' di atas 'karbohidrat berbahaya'.

 Kim Kardashian Nyaris Bugil Promosikan Sepatu Kanye West, Pose Tengkurap Saja Seksi Banget!

Mereka menambahkan bahwa kentang membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak, dan Anda tahu generasi milenial yang cerewet dan tidak sabar, tidak mau berjuang untuk menunggu selama itu.

 

Oleh karena itu, Dewan Pengembangan Pertanian dan Hortikultura (AHDB) mulai melakukan kampanye makan kentang, untuk mempromosikan sayuran bertepung kepada konsumen, khususnya wanita antara 25-44. Kampanye ini menganjurkan agar kentang menjadi hidangan serba guna, karena mereka rendah lemak jenuh dan gula, serta menjadi sumber yang kaya vitamin C, vitamin B6 dan serat.

Bahaya Beri Bayi Air Putih Sebelum Usianya 6 Bulan, Bisa Keracunan Loh!

Para ahli di The Grocer menambahkan, meskipun banyak manfaat dan kelezatannya, namun generasi millennial lebih menyukai karbohidrat seperti beras ketimbang kentang. Mereka mengungkapkan bahwa penjualan beras telah meningkat 30% dalam empat tahun terakhir dan mie yang dibumbui telah melonjak.

Pasalnya, memasak beras hanya membutuhkan waktu dua menit untuk memasak, masuk akal bahwa padi telah meningkat popularitasnya. Tetapi kita masih tidak dapat menerima bahwa rata-rata orang lebih menyukai beras dibandingkan kentang. Jadi, lebih pilih beras atau kentang?

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini