nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut Bio Farma: Bahan Vaksin MR Aman dan Dipakai di Negara Islam Lainnya

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 15 481 1936791 dirut-bio-farma-bahan-vaksin-mr-aman-dan-dipakai-di-negara-islam-lainnya-omoIyobBvK.jpg Ilustrasi (Foto: Huffpost)

DALAM pembuatan berbagai jenis vaksin, para ahli masih menggunakan bahan dasar yang berasal dari hewan. Termasuk juga pada jenis vaksin measles rubella (MR) yang ada saat ini, sehingga membuat masyarakat khawatir produk itu tidak halal.

Tidak mudah memang membuat vaksin yang aman, manjur dan berkualitas. Pemerintah Indonesia masih menggandeng produsen Serum Institute of India (SII) dalam mendistribusikan vaksin MR itu.

Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan mengatakan, sebagai BUMN wajib memenuhi kebutuhan program imunisasi nasional. Adapun semua vaksin yang dibutuhkan diupayakan diproduksi sendiri supaya terjamin kualitasnya.

"Namun untuk vaksin MR saat ini dalam proses pengembangan. Maka kita cari partner produsen vaksin yang disuplai dari India karena sudah diakui WHO," ujar dia saat ditemui di kawasan Kuningan, Selasa 14 Agustus 2018.

 (Baca Juga:Tahun 2020 Vaksin Diharap Tidak Pakai Bahan Hewani)

Dia menjelaskan, bahan yang dipakai untuk membuat vaksin secara umum ialah dari virus dan bakteri. Lalu di-inaktifkan dengan berbagai metode sebelum disuntikkan ke tubuh.

 

Sementara untuk vaksin MR jelas yang dipakai ialah gabungan dari virus campak dan rubella, kemudian dimatikan. Ada bahan tambahan lainnya yang memperkuat kemanjuran produk tersebut.

"Tim kami sudah berkunjung ke India untuk mengecek aspek halal. Indonesia termasuk maju, tapi ini jadi tantangan," tutur Rahman.

Sementara itu, untuk proses sertifikasi, Rahman menegaskan bahwa akan terus mendorong SII mengikuti semua prosedur yang disyaratkan Kementerian Kesehatan dan MUI. Kini dokumennya tengah digodok dan mendekati tahap kedua, yakni proses audit lapangan yang bakal dilakukan PT Bio Farma, MUI dan Kementerian Kesehatan.

 (Baca Juga:Sering Anda Lakukan, Ini 5 Cara Minum Obat yang Keliru)

"Kewajiban sertifikasi halal produsen harus terlibat. Maka kami konsultasi dengan MUI, sekarang SII menyiapkan dokumen." tambahnya.

Rahman berusaha akan mempercepat proses sertifikasi halal vaksin MR tersebut. Dia mendorong SII agar mengikuti semua syaratnya.

"Dokumen yang disiapkan dalam waktu cepat. Kami dorong mereka (SII-red) untuk melengkapi persyaratan demi sertifikasi halal vaksin MR," katanya.

Di sisi lain. Rahman meminta masyarakat untuk tidak ragu-ragu menggunakan vaksin MR lewat program nasional yang diadakan pemerintah selama Agustus-September 2018. Sebab, vaksin MR ini telah digunakan di banyak negara Islam lainnya.

"Jangan khawatir, produk ini direkomendasi WHO dan sudah dipakai oleh negara Islam lainnya," tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini