7 Bahaya yang Mengintai dari Kebiasaan Minum Teh

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 481 1936803 7-bahaya-yang-mengintai-dari-kebiasaan-minum-teh-PhSqrq6JhZ.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

MINUM secangkir teh di pagi hari mungkin kebiasaan bagi banyak orang. Ada yang menyeduh teh langsung di gelas, namun ada juga yang menyeduhnya di teko atau ketel. Hal ini dimaksudkan agar teh bisa diambil berulang kali maupun dinikmati oleh banyak orang.

Saat menyeduh teh di teko, beberapa orang mungkin mendiamkan kantung atau daun teh begitu saja. Tindakan ini sebenarnya tidak disarankan karena dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Menurut naturopati, Lisa Guy, mendiamkan kantung atau daun teh terlalu lama dalam air mendidih bukan hanya membuat rasanya semakin pahit karena pelepasan tanin tapi juga dapat menyebabkan masalah pencernaan pada orang yang sensitif.

Kantung teh yang terbuat dari bahan seperti kertas yang diputihkan dan bahan kimia lainnya seperti staples atau perekat dapat menyebarkan pestisida bila diseduh dengan air panas. Hal ini membuat adanya pelepasan racun berbahaya ke dalam teh. Racun ini tentunya bisa membawa masalah kesehatan.

 (Baca Juga:Sering Anda Lakukan, Ini 5 Cara Minum Obat yang Keliru)

Selain itu, masih ada sederet masalah lain bila teh dikonsumsi secara berlebihan. Berikut ulasannya seperti yang dilansir Okezone dari News, Rabu (15/8/2018) :

Rendahnya penyerapan zat besi

Kafein dan tanin yang ditemukan dalam teh dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi non-haeme (berbasis tanaman). Hal ini bisa menjadi masalah bagi mereka yang memiliki anemia atau kadar zat besi rendah.

Kanker esofagus

Minum minuman yang sangat panas di atas suhu 65°C, termasuk secangkir teh, dapat mengiritasi lapisan esofagus dan berpotensi meningkatkan risiko kanker. Risikonya semakin parah pada mereka yang merokok dan mengonsumsi alkohol.

 (Baca Juga:Bahaya Beri Bayi Air Putih Sebelum Usianya 6 Bulan, Bisa Keracunan Loh!)

Keguguran

Meskipun ini tidak terbatas pada teh, perempuan yang meminum teh berkafein dalam jumlah besar bisa mengalami peningkatan risiko keguguran atau berat badan lahir bayi waktu lahir rendah.

Radang sendi

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan fakta perempuan berusia 50-79 yang minum teh hitam memiliki peluang 40% lebih mungkin untuk mengembangkan rheumatoid arthritis atau radang sendi. Sedangkan mereka yang minum lebih dari empat cangkir sehari memiliki risiko lebih tinggi yaitu sebanyak 78%.

 

Masalah ginjal

Jumlah oksalat yang berlebihan dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya gagal ginjal. Senyawa alami ini ditemukan pada produk teh non-herbal.

Toksisitas hati

Konsumsi ekstrak teh hijau secara berlebih dapat menyebabkan luka hati akut karena tingginya kadar katekin. Ekstrak ini biasanya diminum untuk menurunkan berat badan.

Tulang rapuh dan gigi tanggal

Konsumsi fluoride yaitu mineral yang ditemukan pada seduhan teh, da9at menyebabkan penyakit tulang langka yang disebut fluorosis (tulang menjadi rapuh) dan gigi tanggal.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini