Cegah Gigi Ompong di Usia Senja, Terapkan 5 Langkah Sehat Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 481 1936977 cegah-gigi-ompong-di-usia-senja-terapkan-5-langkah-sehat-ini-Cr9ApxSR83.jpg Cegah gigi ompong di usia senja (Foto:Ist)

Apakah gigi manula yang ompong harus selalu pakai gigi palsu?

Ya. Pemakaian gigi palsu pada lansia sangat direkomendasikan. Ini karena saat tua pun Anda tetap membutuhkan kerja mulut dan gigi untuk beraktivitas, misalnya makan dan minum serta berbicara meski sudah ompong. Bahkan sebelum berusia lanjut sekalipun, gigi ompong yang tidak digantikan gigi palsu bisa bikin penampilan estetika tubuh jadi kurang.

Saat gigi Anda sudah banyak yang tanggal, beban mengunyah dalam mulut jadi tidak seimbang. Ini akan menyebabkan gigi lain yang masih utuh kemudian bergerak pindah ke gusi yang sudah tidak giginya. Alhasil, gigi yang berubah posisi tersebut akan menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit pada persendian rahang.

Terlebih, gusi bekas gigi yang ompong juga akan kopong dan miring. Ini kemudian berisiko menjadi tempat penumpukan kotoran dan sisa makanan, yang dapat meningkatkan risiko infeksi gusi. Maka, pemasangan gigi palsu adalah solusi yang tepat untuk lansia yang sudah ompong, baik sebagian atau sudah seluruhnya. Gigi tiruan yang bagus juga dapat menjaga kesehatan gusi.

Jangan lupa untuk lepas gigi tiruan Anda sebelum tidur. Sikat gigi dulu sebelum dan setelah lepas gigi tiruan. Kemudian, bersihkan gigi tiruan dengan sikat gigi berbulu halus tanpa pasta gigi. Setelah bersih, tempatkan gigi palsu dalam wadah steril berisi air bersih. Lebih lanjut soal cara perawatan gigi palsu.

Apabila gigi tiruan sudah tidak terasa nyaman maka segera datang ke dokter gigi untuk diperbaiki.

Tips merawat gigi yang tersisa saat sudah tua

Perawatan gigi lansia umumnya sama saja dengan perawatan gigi orang dewasa dan anak-anak. Kita harus menjaga kebersihan gigi dengan sikat gigi 2 kali dalam sehari dan rutin kontrol ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Penggunaan benang gigi sangat dianjurkan untuk membersihkan daerah sela-sela gigi untuk mengurangi risiko gigi berlubang dan penumpukan plak.

Menggunakan obat kumur antiseptik juga sangat disarankan untuk mengurangi risiko radang gusi dan gigi berlubang. Namun, gunakan obat kumur yang bebas alkohol untuk mencegah mulut kering.

Orang lanjut usia pun tetap harus menjaga pola makan yang baik demi menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Perbanyak makanan berserat dan hindari makanan manis yang dapat merusak gigi. Perbanyak juga minum air putih untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan produksi air liur untuk menjaga kesehatan mulut.

 

Yang bisa Anda lakukan sejak muda untuk mencegah gigi ompong saat tua nanti

 Bahaya Beri Bayi Air Putih Sebelum Usianya 6 Bulan, Bisa Keracunan Loh!

 

Tidak mau berurusan dengan gigi ompong saat tua nanti? Anda bisa ikuti empat tips berikut:

1. Selalu menyikat gigi 2 kali sehari, pagi hari dan malam sebelum tidur.

2. Rutin periksa gigi 6 bulan sekali untuk mendeteksi penyakit gigi serta membersihkan karang gigi.

3. Segera tangani masalah gigi dan gusi yang sudah terlanjur terjadi sampai benar-benar sembuh. Membiarkan gigi terus berlubang akan meningkatkan risiko Anda harus cabut gigi. Segera periksakan gigi bermasalah Anda ke dokter.

4. Rutin periksakan kesehatan tubuh. Gigi goyang dan gigi ompong sering dipengaruhi oleh faktor pemicu lain, seperti diabetes atau hipertensi. Maka, cek kesehatan rutin sejak usia muda sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh serta gigi dan mulut.

5. Hindari kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi seperti merokok yang berpengaruh buruk ke jaringan gusi dan masalah gigi lainnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini