nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Ini Sebabnya Idul Adha Indonesia Beda dengan Arab

krjogja.com, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 19:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 16 196 1937493 ternyata-ini-sebabnya-idul-adha-indonesia-beda-dengan-arab-RD66sutSUn.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

PENDAPATAN 1 Dzulhijjah antara Indonesia dan Saudi Arabia yang berbeda akan berdampak pada pelaksanaan Wukuf Arafah dan Idul Adha 1439 H. Muhammadiyah dan Pemerintah RI telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1439 H pada Senin, 13 Agustus 2018. Sedang Pemerintah Kerajaan Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah pada Minggu, (12/08/2018).

"Jika rajin mengikuti hisab, perbedaan ini tidak mengagetkan karena sudah diketahui berbulan-bulan lalu. Hal tersebut berdasar pada kalender nasional serta Umul Quro Saudi Arabia yang ditetapkan dan diterbitkan setahun lalu,” tutur Drs Oman Fathurohman SW MAg, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam kajian di Serambi Masjid Gedhe Kauman, Rabu (15/08/2018).

Penetapan tersebut tentu saja berdasar metode yang diyakini masing-masing. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Sedang Pemerintah RI

mengacu pada rukyat dipandu hisab dan Kerajaan Saudi berdasar hasil rukyat

"Persoalannya berdasar kalender memang sudah tahu. Hanya saja Saudi Arabia berdasar rukyat. Secara umum metode yang dipakai untuk kalender hampir sama dengan wujudul hilal Muhammadiyah. Tapi untuk menentukan 1 Ramadan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah, metode tersebut tidak dipakai karena mutlak berdasar rukyat,” jelas Oman.

Untuk hisab, lanjut Oman hasilnya sudah lama bisa diperhitungkan. Kesimpulannya

juga dapat diketahui sejak lama. Sebab, hisab memiliki kriteria jelas, seperti penentuan tinggi bulan di atas ufuk minimal dua derajat. Selain itu sudut jarak bulan dan matahari (elongasi) minimal lima derajat serta umur bulan minimal delapan jam sejak ijtima’ hingga terbenam matahari.

"Pada Sabtu, 11 Agustus itu matahari terbenam pukul 17.40. Saat itu ternyata bulan sudah tenggelam. Karena kriteria tidak terpenuhi, berarti malam itu dan esoknya belum masuk 1 Dzulhijjah, melainkan 30 Dzulkaidah. Ketika kesimpulan ini sama apakah bisa langsung diputuskan. Ternyata harus dilaksanakan sidang itsbat untuk penentuannya menunggu hasil rukyat karena baru bisa dilaksanakan setelah tanggal 29 bulan yang sedang berjalan,” paparnya.

Saat proses rukyat ini, pedoman hisab harus dipegang kuat. Ketika ada yang mengaku melihat hilal tapi berdasar perhitungan belum masuk kriteria, maka meski sudah disumpah hasil rukyat tersebut harus ditolak. Sedang pada Sabtu, 11 Agustus saat waktu maghrib di Saudi Arabia, di beberapa tempat ada yang melihat hilal dan melaporkan. Mereka dipandang sebagai orang yang adil dan tidak berbohong hingga Kerajaan Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah pada Minggu (12/8).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini