nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mitos dan Fakta tentang Perawatan Bayi yang Jarang Diketahui

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Jum'at 17 Agustus 2018 07:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 16 196 1937662 mitos-dan-fakta-tentang-perawatan-bayi-yang-jarang-diketahui-BUuNZFcJld.jpg

APAKAH Anda sudah yakin perawatan yang diberikan pada bayi sudah benar? Kulit bayi yang sangat sensitif membuat banyak beredar tentang mitos mitos mengenai perawatan kulit bayi yang benar.

Padahal, Anda tidak boleh mempercayai begitu saja mitos mitos yang beredar tersebut. Anda juga harus mengetahui fakta yang sebenarnya demi menjaga kesehatan sang buah hati.

Berbeda dengan orang dewasa, kulit bayi sangatlah tipis dan ikatan sel-nya pun belum optimal. Karena itu, sering kali pemahaman yang salah mengakibatkan masalah terhadap kulit bayi seperti alergi, infeksi, dan lain sebagainya. Untuk menghindari hal tersebut, berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang beredar di masyarakat.

1. Penggunaan Antiseptik

Saat ini mungkin cukup populer pemahaman bahwa 'yang bersih itu baik' di kalangan masyarakat sehingga segala sesuatu yang mengandung antiseptik menjadi populer. Penggunaan sabun antiseptik itu ternyata kurang baik jika dilakukan secara rutin.

Jadi, sebaiknya gunakanlah sabun antiseptik hanya bila diperlukan seperti setelah anak bermain kotor-kotoran diluar. Tetapi apabila Anda menggunakan sabun antiseptik secara terus menerus, maka untuk kulit anak yang lebih rentan dapat terjadi iritasi dan dengan adanya iritasi anak juga rentan terhadap penyakit.

2. Mencuci tangan terlalu sering tidak sehat

Hal ini cukup berkaitan dengan penjelasan di atas. Anak-anak pasti sering memegang benda benda yang mereka inginkan. Dan peran orang tua adalah meminta anaknya cuci tangan untuk menghindari bakteri masuk ke dalam mulut anak. Tetapi faktanya, mencuci tangan terlalu sering malah dapat merusak barier kulit.

Sebenarnya, tanpa mencuci tanganpun sebenarnya tangan kita pasti terdapat bakteri. Namun apabila yang terdapat pada tangan kita itu adalah bakteri yang baik, tidak perlu mencuci tangan terlalu sering.

3. Penggunaan minyak bayi yang tepat bermanfaat untuk kesehatan

Banyak sekali minyak yang ada dan dijual bebas dipasaran lalu dioleskan setelah anak mandi dengan berbagai alasan yang berbeda. Ternyata hal ini memiliki keuntungan bagi bayi namun bila penggunaanya kurang tepat dapat menimbulkan efek yang buruk.

Kelebihannya, untuk minyak minyak tertentu seperti sunflower oil itu baik dan terbukti memberikan perlindungan tambahan bagi kulit. Tetapi untuk jenis minyak lain seperti olive oil atau malah beberapa minyak yang kita gunakan untuk memasak atau minyak minyak natural, itu malah cenderung lebih mengiritasi dan karena tidak mudah terdegenerasi justru memiliki efek yang kurang baik jika dioles pada bayi. Penggunaan minyak bayi juga baik untuk massage bayi karena itu dapat membantu tumbuh kembang anak.

4. Menggunakan bedak bayi yang rutin dan tidak tepat memiliki efek buruk

Penelitian yang terbaru hingga saat ini, penggunaan bedak pada bayi lebih banyak efek buruknya dibandingkan efek yang baik terutama untuk anak anak dibawah umur 1 tahun. Mengapa?

Karena saat kita memakaikan bedak pada bayi, bayi tersebut tidak dapat menghindari kalau bubuk bedak tersebut terhirup oleh bayi tersebut. Sehingga apabila bubuk tersebut terhirup dapat mengakibatkan anak menjadi batuk. Disarankan apabila ingin menggunakan bedak pada area leher keatas untuk lebih hati hati agar tidak tehirup oleh bayi.

(Baca Juga: Penampakan Putri Duyung Bikin Heboh Jagad Maya)


5. Penggunaan tissue basah yang tepat membantu menjaga kesehatan kulit bayi

Ternyata tissue basah memiliki tekstur yang lebih baik dan jauh lebih lembut dibandingkan dengan handuk ataupun kain biasa. Tetapi kerugiannya adalah kandungan kandungan yang ada di dalam tissue basah tersebut.

Untuk memilih tissue basah, pilihlah yang tidak mengandung pewangi, tidak mengandung alkohol, namun memang semua itu tidak mengurangi kemungkinan bahwa pasti terdapat bahan pengawet didalam tissue basah tersebut. Karena memang kandungan pengawet itu tetap ada, tentu resiko untuk mengiritasi juga ada sehingga penggunaannya pun tidak boleh berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini