nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambut Asian Games 2018, Seni Bambu "Getah Getih" Percantik Bundaran HI

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 12:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 16 406 1937382 sambut-asian-games-2018-seni-bambu-getah-getih-percantik-bundaran-hi-Pl6ZUnPxho.jpg Karya seni bambu Getah Getih di Bunderan HI (Foto:Ig/Aniesbaswedan)

 

TIDAK terasa, lusa tepatnya Sabtu 18 Agustus 2018 perhelatan akbar Asian Games 2018 sudah siap digelar.

Di tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan dengan menjadi tuan rumah penyelenggara tepatnya dengan menunjuk Ibu Kota DKI Jakarta dan Palembang sebagai dua lokasi penyelenggaraan.

Menjadi tuan rumah, otomatis DKI Jakarta akan mendapat sorotan lebih lagi dari mata dunia internasional. Tidak hanya sebagai ibu kota negara namun juga sebagai kota tempat penyelenggaraan pagelaran akbar Asian Games. Maka tak heran, sudah sejak lama Jakarta pun berhias mempercantik diri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, diketahui tidak hanya meningkatkan sarana dan prasarana di Ibu Kota. Ibu Kota kita tercinta juga semakin dipercantik dengan kehadiran karya seni dari anak bangsa.

 Move On dari Pose Bayi Jerapah Kini Ada Pose Jongkok Seksi

Salah satunya ialah instalaSi seni bambu karya anak bangsa yang begitu berbakat, Joko Avianto. Joko menggunakan material bahan sederhana yang mana maknanya sangat dekat dengan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia, bambu.

Menurut pantauan Okezone, Kamis (16/8/2018) di linimasa media sosial Twitter dan Instagram. Sesuai dengan keterangan yang tertulis di laman akun Instagram dan Twitter resmi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, karya seni buatan Joko tersebut memang menggunakan bambu asli Indonesia yang mana ditanam, dirawat dan dipanen oleh para petani bambu kecil.

'Inilah bambu Indonesia. Ditanam di pedesaan, dirawat dan dipanen oleh petani kecil, dijajakan oleh pedagang mikro. Kini membentang di area tanah -salah satu- paling mahal di Republik ini," bunyi tuitan Anies yang diunggah pada 15 Agustus 2018.

Melalui laman akun Instagram resminya (aniesbaswedan), Anies pun mengisahkan makna filosofi dalam di balik instalasi karya seni berbahan bambu yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia tepat di kawasan bundaran HI tersebut. Anies menuturkan, karya seni bambu bernama Getah Getih tersebut merupakan karya seni yang keindahannya tak ternilai, dan merupakan simbol sebagai pengirim pesan pertemuan tradisional dan modernitas.

"Inilah bambu Indonesia. Ditanam di pedesaan, dirawat dan dipanen oleh petani kecil, dijajakan oleh pedagang mikro. Kini membentang di area tanah -salah satu- paling mahal di Republik ini. Dari imajinasi, kreasi dan lewat tangan terampil anak bangsa, Joko Avianto, bambu murah dari desa ini menjadi karya seni yang tak terupiahkan nilainya. Keindahan yang menjulang dan membanggakan. Bentangan dan balutan bambu ini jadi pengirim pesan. Di tengah deretan beton tinggi yang cakarnya menggenggam tanah Ibukota, hadir karya bambu yang lembut, sederhana tapi kompleks. Sebuah material trasidisional yang dibalut ilmu, kreativitas dan kemodernan," tulis Anies sebagai keterangan potret foto instalasi seni bambu Getah Getih yang diunggah Rabu (15/8/2018).

Masih dalam keterangan yang sama, Anies juga menjelaskan bahwa ribuan bambu yang terpasang bersama hingga akhirnya bisa membentuk sebuah instalasi karya seni yang kokoh.

 HUT ke-73 RI, Bendera Raksasa Akan Dikibarkan di Buntu Burake Toraja

"Bambu ini membentuk pesona seni yg menggerakkan. Membahanakan pesan dahsyat tentang bangsa kita. Pesan tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Itulah kita, bangsa Indonesia tercinta: 262 juta anak bangsa, 400-an suku bangsa, dan bercakap dalam 700-an bahasa. Sebuah bangsa yang dahsyat! Di sini, dari gagasan, ribuan bambu ini membentuk sebuah kesatuan dan persatuan. Dari gagasan, jutaan anak bangsa ini membentuk kesatuan dan persatuan," tambah Anies.

Terakhir, sebagai penutup Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta juga menyerukan seruan pada masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah bisa menyambut dengan baik tamu-tamu se-Asia dengan nilai budaya Indonesia, kehangatan khas Indonesia.

"Mari kita sambut kembali saudara-saudara se-Asia dengan pesan persatuan, dengan kehangatan Indonesia, dan dengan kebanggaan bernegara," tutupnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini