nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atraksi Kekebalan dan Magis yang Cuma Ada di Indonesia, Nomer 1 Bikin Merinding!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 19 Agustus 2018 00:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 18 406 1938282 atraksi-kekebalan-dan-magis-yang-cuma-ada-di-indonesia-nomer-1-bikin-merinding-N9QF4I9s2s.png Atraksi Debus (Foto: Riyal_Jester/Instagram)

INDONESIA memiliki budaya dan tradisi yang melekat erat dengan masyarakat sekitar. Meski saat ini perkembangan teknologi sudah sangat maju, namun adat istiadat masih tetap dijunjung sebagai identitas sebuah bangsa.

Jangan kaget jika nuansa magis masih sangat terasa saat Anda mengunjungi beberapa daerah di Indonesia. Mereka tak akan ragu untuk membacakan mantra-mantra untuk memanggil roh nenek moyang dalam suatu acara.

Alhasil beberapa ilmu seperti kekebalan tubuh di luar nalar manusia dan juga atraksi yang melibatkan makhluk tak kasat mata kerap ditunjukkan masyarakat Indonesia.

Lantas seperti apakah tradisi-tradisi tersebut? Merangkum dari berbagai sumber, Okezone akan membahasnya satu per satu.

1.Debus

Kesenian Debus pada awalnya mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama Islam tetapi terjadi perubahan fungsi pada masa penjajahan Belanda yaitu pada masa pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni ini digunakan untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat Banten melawan penjajah.

2.Kuda Lumping

 

Kesenian kuda lumping semula dikenal sebagai kesenian jathilan yang selanjutnya dikenal dengan (kuda) jaran kepang. Kuda lumping menjadi nama yang lebih populer dibandingkan dengan kedua nama sebelumnya. Jathilan berasal dari kata jathil yang mengandung arti menimbulkan gerak reflek, sebagai tanda memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan ini tersirat dalam tarian yang diilhami oleh ceritera Panji yang mengisahkan pertemuan Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji.

3.Reog Ponorogo

Asal mula Reog Ponorogo dilatarbelakangi oleh kisah perjalanan Raja Kerajaan Bantarangin, yaitu Prabu Kelono Sewandono saat akan meminang Dewi Songgo Langit sebagai calon permaisurinya pada tahun 900 Saka. Calon permaisuri yang bernama Dewi Songgo Langit adalah putri Kerajaan Kediri.

Dalam versi Bantarangin diceritakan ketika dilamar oleh Prabu Kelono Sewandono, Dewi Songgo Langit mengajukan syarat yang cukup berat, yaitu calon suaminya harus mampu menghadirkan suatu tontonan yang menarik.

4.Bambu Gila

 

Untuk memulai pertunjukan ini sang pawang membakar kemenyan di dalam tempurung kelapa sambil membaca mantra dalam ‘bahasa tanah’ yang merupakan salah satu bahasa tradisional Maluku. Kemudian asap kemenyan dihembuskan pada batang bambu yang akan digunakan. Jika menggunakan jahe maka itu dikunyah oleh pawang sambil membacakan mantra lalu disemburkan ke bambu. Fungsi kemenyan atau jahe ini untuk memanggil roh para leluhur sehingga memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Roh-roh inilah yang membuat batang bambu seakan-akan menggila atau terguncang-guncang dan semakin lama semakin kencang serta sulit untuk dikendalikan.

Sisaan #jakarnaval2018, sayang kalau gak diupload. #bambugila . . . 📽: #mia1

A post shared by Achmad Munawar (@achmadmunawarid) on

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini