nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Danau Sentani, Cap Go Meh hingga Tabuik, Aneka Festival Kebudayaan Menarik di Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 19 Agustus 2018 20:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 18 406 1938409 danau-sentani-cap-go-meh-hingga-tabuik-aneka-festival-kebudayaan-menarik-di-indonesia-xNshnxWZ1H.jpg Festival (Foto: Indonesia Kaya)

INDONESIA diketahui sebagai negara yang hadir dengan memiliki begitu banyak kebudayaan, hasil dari begitu beragamnya ras, suku, dan agama dari para masyarakatnya.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa festival kebudayaan yang menarik yang mana rutin diadakan setiap tahunnya. Setiap festival budaya hadir dengan karakter dan keunikannya masing-masing. Mau tahu apa saja? Menyitat dari berbagai sumber, coba baca dulu yuk uraian tiga festival kebudayaan menarik di Indonesia, di bawah ini.

Festival Danau Sentani Papua

Walau begitu cantik dan mempesona, danau satu ini memang perlu ditingkatkan lagi promosinya. Maka hadirlah gelaran festival danau sentani sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, yang di tahun 2017 saja tercatat sudah digelar untuk ke-10 kalinya. Selain menarik wisatawan baik lokal ataupun mancanegara, disebutkan festival ini juga digelar dalam rangka melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Papua. Dalam festival yang sudah masik dalam kalender acara pariwisata nasional ini, biasanya disuguhkan sajian pentas tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua sebagai bagian dari nilai seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani.

Festival Cap Go Meh

Ialah sebuah gelaran festival dalam rangka perayaan Cap Go Meh, yang mana di dalam kebudayaan Tionghoa, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek. Di Indonesia sendiri, festival satu ini digelar di banyak kota. Jakarta misalnya di daerah Kota Tua, Bogor, hingga Singkawang, Kalimantan. Contohnya, untuk festival Cap Go Meh Singkawang biasanya diawali dengan tari kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia-China Dayak Melayu (NKRI-CiDaYu) yang dilakukan oleh ratusan pemuda, anak-anak hingga anggota polisi yang tampil dalam balutan pakaian khas budaya China dengan Baju Gege Meme, Baju Melayu dan Baju Khas Dayak lalu kemudian seluruh penari bersemangat melakukan atraksi tarian. Selain itu, kehadiran tatung yang memperlihatkan atraksi ekstrim juga menjadi salah satu ciri khas dari festival Cap Go Meh. Festival ini, kurang lebih bisa menjadi wujud dari pengajaran pengalaman agama dari leluhur dengan segala kearifan yang dimiliki bangsa.

Festival Tabuik Pariaman

Merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Diketahui, festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 Masehi. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala. Nama Tabuik sendiri diambil dari bahasa arab 'tabut' yang punya arti yaitu peti kayu.

Berkembangnya festival budaya ini di Pariaman sendiri, dikatakan dimulai pada tahun 1910, dengan adanya kesepakatan antar nagari untuk menyesuaikan perayaan Tabuik dengan adat istiadat Minangkabau, sehingga berkembang menjadi seperti yang ada sekarang ini. Kemudia, sejak tahun 1982, perayaan tabuik dijadikan bagian dari kalender pariwisata Kabupaten Padang Pariaman. Menariknya, di festival budaya ini terdiri dari rangkaian tradisi tabuik yang terdiri dari tujuh tahapan, mulai dari mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan membuang tabuik ke laut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini