Penuhi Kebutuhan Gizi, 20 Ribu Kotak Susu Cair Diberikan kepada Korban Gempa Lombok

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Minggu 19 Agustus 2018 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 19 481 1938660 penuhi-kebutuhan-gizi-20-ribu-kotak-susu-cair-diberikan-kepada-korban-gempa-lombok-jqaqSQ4SId.jpg Penyerahan bantuan susu kotak cair di Lombok (Foto: Ist.)

GEMPA dengan magnitudo 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok pada Minggu, 5 Agustus lalu membuat aktivitas masyarakat Lombok hingga kini masih lumpuh. Toko-toko atau warung-warung yang biasa menjual kebutuhan warga hingga kini masih banyak yang tutup.

Rusaknya jalan-jalan penghubung juga semakin menyulitkan korban gempa untuk mendapatkan urusan logistik. Akses transportasi yang terputus akibat gempa belum sepenuhnya diperbaiki sehingga sejumlah wilayah terisolasi.

Akibat hal ini, para korban gempa Lombok mengandalkan bantuan dari para lembaga-lembaga kemanusiaan. Kebutuhan gizi dan pangan pun menjadi prioritas utama dalam bencana ini.

Menanggapi kebutuhan gizi di Lombok pasca gempa, sebanyak 20 ribu kotak susu cair pun diberikan oleh Frisian Flag Indonesia (FFI). Bantuan ini diserah-terima secara simbolis oleh Presiden ACT Ahyudin kepada Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) KASAL, Laksamana Muda TNI Edi Sucipto.

 

"Kami menyadari bahwa saat ini penduduk Lombok membutuhkan bantuan dalam hal logistik. Keterbatasan akses membuat pemenuhan gizi menjadi hal yang langka dan sulit. Padahal pemenuhan gizi khususnya bagi anak-anak merupakan hal dasar yang harus dipenuhi agar tubuh kuat dan sehat," ujar Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro dalam siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (19/8/2018).

Andrew menambahkan, FFI berkomitmen untuk membangun keluarga kuat dan sehat dalam pemenuhan gizi dengan berbagai produk susu tergerak untuk turut serta meringankan beban penduduk Lombok.

 

Menanggapi bantuan ini, Ahyudin mengapresiasi niat baik dari FFI. Ia mengemukakan bahwa saat ini penduduk Lombok sangat membutuhkan selimut, terpal, air dan bahan makanan siap saji. Masih banyak korban gempa Lombok yang belum terjamah bantuan karena minimnya akses transportasi. Warga juga banyak yang bertahan hidup dengan cara swadaya.

“Saat ini kebutuhan pokok seperti air, makanan siap saji bergizi dan terpal merupakan bantuan yang kami prioritaskan. Bantuan susu cair ini nantinya akan didistribuskan di berbagai daerah di Lombok. Lewat inisiatif ini, FFI telah menjadi salah satu partner yang bisa kami andalkan dalam disaster management dan kami harap kerjasama ini masih akan diteruskan,” ujar Ahyudin.

Menurut data yang dikumpulkan ACT, terjadi sebanyak 663 kali gempa susulan di wilayah Lombok sejak awal Agustus 2018. Hari ini, gempa berkekuatan 6,5 SR kembali mengguncang Lombok Timur.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini