nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Replika Pabrik Gula De Tjolomadoe dari 2 Ton Ubi Cetak Rekor MURI

Bramantyo, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 01:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 20 406 1938712 replika-pabrik-gula-de-tjolomadoe-dari-2-ton-ubi-cetak-rekor-muri-Fpas3AhfDV.jpg

TIMUS atau makanan yang terbuat dari bahan ubi manis merupakan makanan khas Kabupaten Karanganyar.

Namun, pernahkan Anda membayangkan bila camilan khas kabupaten yang terletak di bawah lereng Gunung Lawu ini pun bisa mencetak rekor MURI.

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia, De Tjolomadoe menyelenggarakan Festival Timus yang puncaknya pemecahan Rekor MURI sebagai Replika De Tjolomadoe dari rangkaian timus terbanyak.

Replika pabrik gula peninggalan Mangkunegaran ini pun berhasil dibuat dari 17.845 timus yang menghabiskan 2 ton ubi. Jumlah itu sesuai tanggal cantik Kemerdekaan Republik Indonesia.

Terdapat dua warna timus yang dijadikan replika bangunan De Tjolomadoe itu yakni ubi ungu dan ubi kuning. Pembuatan replika timus yang di koordinir Chef Brian Wicakssono (Runner Up Master Chef Indonesia 3 turut berpartisipasi bersama 10 orang dari ICA (Indonesian Chef Association) dan sekitar 20 orang dari siswa-siswi SMKN 4 Karanganyar.

Sri Widyawati, Eksekutif Manager MURI sampaikan kriteria pemecahan rekor, terdapat 4 kriteria yakni PPUL (paling, pertama, unik, langka) diantaranya jumlah timus tersebut merupakan angka cantik sesuai tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan Indonesia.

"Namun yang menariknya lagi, Rekor MURI ini ada unsur budaya, termasuk kearifan lokal. Dan ini akan kita catatkan ke rekor dunia," ucap Sri Widyawati.

(Baca Juga: 5 Kota di Indonesia Ini Dikenal Gudangnya Perempuan Cantik)


Sementara Bupati Karanganyar, sampaikan pihaknya akan mematenkan timus sebagai kuliner tradisional khas Karanganyar yang terbuat dari ubi ungu. “Jangan sampai timus ini nantinya diklaim oleh daerah atau negara lain,” tegas Juliyatmono.

Dengan dipatenkannya makan khas tersebut, keberadaan timus dapat menarik wisatawan ke kota Karanganyar. Jika sudah dipatenkan, jelasnya, bukan tidak mungkin keberadaan timus akan meningkatkan kesejahteraan para petani ketela rambat, termasuk pengerajin timus.

"Bisa menabah promosi pariwisata kami, selain mengangkat kearifan lokal, juga melestarikan budaya khas Indonesia," pungkasnya.

(Baca Juga: 10 Perempuan Terseksi, Lekuk Tubuhnya Nyaris Tanpa Cela)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini