nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Gempa, Pemerintah Naikkan Pamor Lombok Jadi Tempat Aman Dikunjungi Turis

A. Reza Rohadian, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 17:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 20 406 1939068 pasca-gempa-pemerintah-naikkan-pamor-lombok-jadi-tempat-aman-dikunjungi-turis-fOGKybQhYq.jpg Lombok Gempa (Foto: Istimewa)

LOMBOK ditunjuk menjadi destinasi prioritas dalam 10 Bali Baru. Namun, gempa bumi 7,0 skala Richter meluluhlantakkan kawasan tersebut, sehingga menurunkan jumlah wisatawan. Namun jika kondisinya kembali normal, pemerintah bakal bantu promosi lagi untuk menaikkan pamor Lombok jadi tempat yang aman dikunjungi. Hal itu dilakukan demi menggenjot jumlah wisatawan yang datang destinasi wisata halal tersebut.

“Lombok ini sebenarnya masih tanggap darurat dari gempa pertama, tetapi pariwisata harus menjemput dan segera melakukan percepatan recovery," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, lewat keterangan yang diterima Okezone, Senin (20/8/2018).

Dia menambahkan, banyak tantangan yang dihadapi saat mempromosikan Lombok jadi destinasi yang dilirik wisatawan kembali, khususnya turis asing. Namun demikian, banyak usaha yang dilakukan dalam memantau kawasan Lombok saat ini.

Pemerintah kini kembali mengaktifkan Tourism Crisis Center (TCC) terkait gempa yang terjadi berturut-turut di Lombok. Apalagi tadi malam, Pulau Nusa Tenggara Barat itu digoyang gempa besar yang meresahkan penduduk dan wisatawan.

"Kami melakukan pemantauan khusus terkait kondisi pascagempa. Promosi wisata juga nantinya akan dilanjutkan, walau hasilnya tidak bisa didapatkan sekarang juga," imbuh dia.

Saat pascagempa, tegas Arief, bakal ada pemantauan oleh tim khusus. Renovasi bangunan hotel, homestay atau vila di sana juga akan dikerjakan, karena itu menjadi salah satu kunci wisatawan betah berlibur.

"Kami akan memantau amenitas di antaranya terkait kondisi, kapasitas kamar yang masih siap huni, berapa yang berbahaya dan harus menunggu renovasi," tuturnya. Lebih penting lagi ialah renovasi terhadap objek wisata yang jadi buruan wisatawan. Saat gempa pasti banyak bangunan tertimbun karena longsor. Jelas kondisi seperti ini membahayakan wisatawan yang datang.

Menpar Arief mengatakan, semua bangunan objek wisata di Pulau 1.000 Masjid itu harus dijaga agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan.

"Tim TCC akan mengecek mana objek wisata yang sudah bisa dikunjungi dan mana yang rusak atau membahayakan wisatawan," bebernya.

Kemudian pascagempa ini, mantan direktur utama Telkom itu meminta airlines, airport, Airnav untuk menambah jumlah pesawat, menambah jam operasional bandara, menambah slots time untuk pesawat landing dan take off. Sebab, menurut dia, turis cenderung akan berpindah ke lokasi wisata yang lebih aman dulu.

"Kita sediakan akses yang besar agar merasa nyaman dan aman," imbuh dia.

Menpar Arief menyebut, berdasarkan informasi dari Bandara Lombok International Airport (LIA), sebelum gempa terjadi lagi semalam, Lombok baru saja beranjak menuju pemulihan. Dengan adanya rata-rata sebanyak 4.500 penumpang, dari normalnya 5.000 sampai 6.000 penumpang sebelum gempa.

Sementara, Mendengar bencana yang melanda Lombok, Pemerintah Kota Denpasar menggelar acara apresiasi seni kemerdekaan yang sekaligus dikemas sebagai aksi peduli kemanusiaan Gempa Lombok. Acara tersebut digelar di lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, belum lama ini.

WaliKota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, aksi ini adalah konser kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Lombok yang melibatkan artis-artis Bali yang tentunya memiliki misi yang selaras.

Lebih lanjut disampaikan penggalangan bantuan kemanusian ini bersinergi dengan elemen masyarakat Solidaritas Bali Untuk Gempa Lombok, dan termasuk di dalamnya BEM Universitas Warmadewa.

Rai Mantra dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang sudah terlibat dan memberikan kontribusi positif di acara ini.

"Terima kasih dan saya sangat bangga melihat masyarakat khususnya anak-anak muda yang hadir menyaksikan konser dan juga turut serta berdonasi," terangnya.

Konser kepedulian ini diisi oleh sejumlah artis dan musisi Bali. Di antaranya ada Joni Agung & Double T, Sekehe Kubu Barong Sanur, Lawak dan Wayang Kontemporer, Gede Bagus dan anak berbakat, Small Axe and Boby Dinnar Reggae, perkusi nusantara, Crazy Horse Rock Nostalgia, Kiss Band dan Bintang Band.

Sementara salah satu masyarakat asal Denpasar Barat yang hadir, Gede Pujaastawan mengatakan bahwa acara ini sangat positif karena tidak hanya konser semata tapi juga dikemas aksi sosial. "Saya sangat respect dengan Pemkot Denpasar yang menggelar acara seperti ini," ungkapnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini