nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hoax! Beredar Kabar Daging Sapi Berbuih Putih karena Kanker, Begini Penjelasan Dokter Hewan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 09:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 20 481 1938771 hoax-beredar-kabar-daging-sapi-berbuih-putih-karena-kanker-begini-penjelasan-dokter-hewan-fe7XQldZdM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MEDIA sosial menjadi ladang untuk penyebar hoax. Tak sedikit dari informasi-informasi yang keliru dan membuat masyarakat resah.

Salah satunya yang kini sedang ramai dibahas di jagat maya adalah kasus daging merah dengan bulatan putih di sekitar tulang bagian dalam. Kabar ini menyeruak di Twitter dan membuat netizen bertanya-tanya 'benarkah informasi ini?'.

Dalam postingan yang dibagikan @87_Jul4y, dijelaskan bahwa kondisi daging tersebut menandakan si hewan mengalami penyakit TBC atau kanker pada hewan. Jika Anda menemukan daging dengan kondisi itu dan Anda tetap memakannya, maka yang terjadi berikutnya adalah paparan penyakit menular ke tubuh Anda.

Akun tersebut menjelaskan bahwa mengonsumsi daging itu sangat berbahaya untuk kesehatan. Setelah itu, dia pun membagikan foto untuk lebih memerlihatkan bagaimana kondisi daging tersebut.

 

Postingan ini sudah diretweet sebanyak 7.120 kali dan dilikes 3.062 pengguna Twitter. Hal ini tentunya berbahaya, karena informasi yang dibagikan akun tersebut ternyata tidak 100 persen benar.

 (Baca Juga:8 Fakta Tersembunyi Tentang Joni dari Atambua, Salah Satunya Memang Hobi Panjat Pohon)

Di lain sisi, seorang dokter hewan, Drh Supriyanto dalam keterangannya pada laman Facebook pribadi menjelaskan bahwa informasi yang sedang diperdebatkan masyarakat mengenai buih putih di area tulang hewan atau bulatan putih pada daging merah tidak benar.

Dalam keterangannya, Drh Supriyanto menjelaskan bahwa pada gambar paru dan thorak itu memang gambar TB.

"Meski pun menurut saya kurang menciri," tegasnya dalam postingan yang dibagikan pada 15 Agustus 2018.

 

Untuk gambar daging, dia menegaskan itu bukan tanda kanker. "Itu adalah cysticercus dari tape worm alias cacing pita," sambungnya.

 (Baca Juga:Dicampakkan oleh Pacarnya karena Gendut, Wanita ini Diet Pakai ASI Orang Lain!)

Drh Supriyanto mengungkapkan ciri dari Tuberculosis adalah adanya tuberkel atau gumpalan nanah mengkeju pada paru-paru dan pembengkakan limphnode. Lalu apakah TB pada hewan dapat menular ke manusia?

"Memang masalah tersebut bisa menular ke manusia. Penularan masalah ini sebagian besar terjadi melalui susu atau daging yang tidak dimasak sempurna," terangnya.

Dia menambahkan, dari beberapa literasi dijelaskan bahwa bakteri ini bisa mati karena panas. Sehingga, bila menjumpai gejala ini pada sapi setelah disembelih, tulang, organ dalam, termasuk saluran reproduksinya harus dimusnahkan. Tapi, dagingnya tetap boleh dimakan.

"Dengan syarat harus direbus, dipanasi, atau dimasak dengan sempurna," tegasnya.

 

Sementara itu, terkait dengan gambar daging yang memiliki bulatan putih, itu adalah cysticercosis yang memiliki ciri bulatan-bulatan putih yang bisa ada pada otot alias daging, hati, lidah, dan banyak organ lainnya. Lalu, apakah ini berbahaya?

 (Baca Juga:Mau Jauhi Kanker Prostat? Hindari Konsumsi 3 Asupan Ini)

Drh Supriyanto kembali menegaskan bahwa parasit ini bisa mati dengan pemanasan suhu tinggi. "Dimasak saja bisa mati, lho, pemirsa," katanya.

Bahkan, jika belum mau dimasak segera, dengan menyimpannya pada freezer bersuhu -20 derajat selsius, sampai dagingnya beku, parasit akan mati.

Ia melanjutkan, kalau daging tersebut dimakan dalam kondisi parasit masih hidup, dapat menular ke manusia. "Manusia bisa terinfeksi cacing pita jika tidak dimasak dengan sempurna," tambahnya.

Untuk solusinya, merujuk pada Standar Operasional Pemeriksaan Post Mortem Pemotongan Hewan, Drh Supriyanto memaparkan jika daging terpapar cysticercosis, maka daging wajib dimasak dengan suhu panas dan dimasak sempurna. Atau jika memang ingin dikumpulkan dalam jumlah banyak, bisa disimpan dalam freezer bersuhu -20 derajat selsius.

"Perlu ditegaskan di sini, kalau memang paparan parasit cacing pitanya menyebar di banyak organ tubuh hewan, daging ini tidak boleh diedarkan atau tidak bisa dikonsumsi. Jadi, jelas kan," papar Drh Supriyanto.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini