nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidur Sering Mengigau, Bahayakah?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 20 481 1939094 tidur-sering-mengigau-bahayakah-Qr2a2H39WK.jpg Ilustrasi (Foto: Mirror)

KETIKA seseorang tidur dapat terjadi sebuah gangguan. Salah satunya adalah mengigau yaitu berbicara sambil tidur. Hingga saat ini hal tersebut masih menjadi sesuatu yang misterius. Satu yang pasti, saat mengigau seseorang bisa meracau kata-kata yang tidak jelas atau bahkan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak masuk akal dan terdengar jelas.

Mengigau memengaruhi sekira 1% orang dewasa. Banyak orang percaya bila itu terjadi karena ada sesuatu di alam bawah sadar sehingga memengaruhi kondisi psikologis. Namun ada fakta lain di balik mengigau. Menurut National Sleep Foundation , ada sejumlah alasan seseorang dapat berbicara saat tidur antara lain stres, masalah kesehatan mental seperti depresi, kurang tidur, kantuk siang hari, penyalahgunaan zat, dan demam.

Bila seseorang mengalami gangguan tidur lain seperti mimpi buruk, sleep apnea, dan gangguan Rapid Eye Movement (REM), maka dirinya lebih mungkin mengigau saat tidur. Berbicara dapat terjadi dalam setiap tahapan tidur. Namun biasanya terjadi pada tahap awal dan apabila kondisi tidur semakin terang maka semakin jelas bicaranya.

Beberapa orang berbicara omong kosong, sementara yang lain akan memiliki seluruh percakapan dalam tidurnya. Menurut spesialis tidur Michael Breus, Ph.D., berbicara kepada diri sendiri ketika sedang tidur itu biasanya tentang orang lain. Selain itu, mengigau saat tidur bukan sesuatu yang serius untuk diperhatikan.

"Tidak ada data yang menunjukkan bahwa mengigau bersifat prediktif atau semacam memberi Anda jendela ke alam bawah sadar atau sesuatu yang salah," ucap Michael seperti yang dikutip dari Mirror, Senin (20/8/2018). Pada dasarnya mengigau menunjukkan satu hal yaitu orang tersebut kurang tidur.

"Sebagian besar terjadi karena kurang tidur atau bahkan sudah berada pada tingkat kekurangan tidur yang tinggi,” tambah Michael. Walaupun mengigau bukan masalah, namun seseorang harus tetap mencoba mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Selain itu, mungkin saja ada yang merasa malu ketika berbicara dalam tidurnya.

tidur

Untuk mengurangi kemungkinan mengigau, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama mengurangi stres emosional atau belajar untuk mengatasinya dengan menggunakan latihan yang menenangkan pikiran seperti meditasi dan yoga. Kedua, lakukan beberapa olahraga di siang hari untuk menstimulasi pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak di malam hari. Tapi hindari berolahraga sebelum tidur karena ini akan membuat seseorang merasa terjaga.

Keempat, jangan makan sesuatu yang berat sebelum tidur. Begitu juga dengan konsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur. Sebaiknya minuman itu dihindari karena tergolong stimulan. Kelima, lakukan sesuatu yang membuat tubuh lebih rileks sebelum tidur seperti mendengar musik yang menenangkan atau berendam dalam bak mandi yang penuh busa.

Keenam, memiliki jadwal tidur yang teratur. Ketujuh, pastikan area tempat tidur ‘bersih’, tidak ada gadget, buku bacaan, atau apapun yang dapat mengganggu. Terakhir, buat suasana kamar tidur menjadi nyaman, tenang, dan gelap.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini