nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Ancaman bagi Orang yang Mampu Namun Tidak Mau Berkurban

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 10:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 21 196 1939358 ini-ancaman-bagi-orang-yang-mampu-namun-tidak-mau-berkurban-Ze25AcdoG9.jpg Ancaman bagi orang yang mampu namun tidak mau berkurban (Foto:Ist)

SEBENTAR lagi,  umat Muslim di seluruh belahan dunia akan memperingati Hari Raya Idul Adha. Pada perayaan ini, umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk berkurban entah itu kambing, domba, maupun sapi.

Bukan hanya sekedar untuk membantu orang - orang yang tidak mampu untuk turut menikmati daging kurban, berkurban juga dilakukan semata mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun di zaman sekarang ini, mungkin ada saja beberapa orang yang berkecukupan namun tidak ingin berkurban. Berikut adalah penjelasan mengenai hukum berkurban bagi orang yang mampu.

 Kamu Pasti Iri, Belum 2 Tahun Bayi Ini Sudah Keliling Dunia ke 23 Negara Loh

Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam telah bersabda " Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban, namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami." HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim. Dikutip dari laman bersamadakwah.net, hadits ini bukan berarti mengkafirkan orang yang tidak berkurban padahal ia mampu.

Ada dua pendapat mengenai makna dari hadits tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak berkurban padahal ia mampu, maka orang tersebut berdosa. Sementara sebagian ulama yang lain menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak berkurban padahal ia mampu dilarang mendatangi tempat shalat Idul Adha Rasulullah.

Allah subhanahu wata'ala juga telah berfirman yang artinya "Maka shalatlah kamu untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan" (QS. Al Kautsar: 2). Dari firman Allah tersebut, maka hukum bagi orang yang memiliki kelapangan harta adalah wajib. Banyak ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban lebih utama dibandingkan sedekah yang senilai dengan hewan kurban tersebut atau bahkan nilai yang lebih besar ketimbang hewan kurban.

Dikutip dari muslim.or.id, untuk hukum berkurban, ulama membagi menjadi dua pendapat. Yang pertama wajib bagi orang yang berkelapangan. Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan "pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat daripada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi, hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu."

Untuk Vegetarian, Ini 5 Tips 'Bertahan' dari Daging saat Idul Adha

Sementara pendapat yang kedua menyatakan bahwa berkurban hukumnya Sunnah Mu'akkadah. Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas'ud Al Anshari radhiyallahu'anhu yang mengatakan "Sesungguhnya aku sedang tidak akan berkurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau - kalau tetanggaku mengira kurban adalah wajib bagiku." (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih)

Berdasarkan pendapat - pendapat para ulama tersebut, alangkah lebih baik jika Anda yang memiliki harta yang cukup untuk berkurban. Sisihkanlah harta Anda untuk saling membantu umat Muslim dan dengan niat untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini