nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Kecanduan Gadget, Introspeksi Diri Mungkin Anda Orangtua yang Mengajarinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 16:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 21 196 1939502 anak-kecanduan-gadget-introspeksi-diri-mungkin-anda-orangtua-yang-mengajarinya-vGF02e50cc.jpg Anak kecanduan gadget (Foto:Kasperskylab)

MEMBERIKAN perhatian yang cukup kepada buah hatinya, tentu menjadi tugas utama orang tua. Tak hanya mendidik dengan baik, orang tua wajib memberikan contoh yang baik untuk tumbuh kembang si anak.

Namun, beberapa kebiasaan orang tua di jaman modernisasi seperti ini, justru telah beralih ke kebiasaan negatif. Mereka pulang ke rumah setelah seharian bekerja dan lebih memilih mengeluarkan handphonenya untuk melakukan chatting.

Sementara itu, sang anak yang masih kecil telah menunggu sepanjang hari untuk bercerita kepada ibunya tentang sahabatnya dan mencoba untuk mendapatkan perhatiannya. Meski cerita sang anak dijawab, namun sang ibu masih tidak dapat lepas dari ponselnya. Merasa diabaikan, sang anak lantas pergi meninggalkan sang ibu dan menghibur dirinya dengan bermain gadget.

Tak bisa dipungkiri, hal semacam inilah yang kerap melanda masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Orang tua biasanya mewanti-wanti anaknya agar tidak kecanduan gadget. Namun, tanpa disadari merekalah yang sebenarnya merusak psikologis anak dengan kurangnya perhatian.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Development Science, penggunaan perangkat seluler dapat memiliki dampak negatif pada fungsi sosial-emosional bayi dan interaksi terhadap orang tua dan anak. Anda sering memperhatikan bahwa anak-anak dan orang tua yang sibuk dengan ponsel mereka, cenderung lebih berisik dan mudah tersinggung di tempat umum.

(Baca Juga: Wanita Ini Satu Atap dengan Suami, Mantan Suami, dan Pacar Mantan Suaminya, Berbagi Ranjangkah?)

(Baca Juga: Sedang Horny Berat Tapi Tak Punya Lawan? Coba Atasi dengan 2 Cara Ini)

(Baca Juga: Pengakuan Perempuan di Korea Selatan Mengapa Tak Ingin Punya Anak dan Menikah)

Penggunaan ponsel dinilai mengganggu pola pengasuhan yang sehat. Hal ini dibenarkan oleh seorang psikoterapis, Dr Vihan Sanyal. Ia menilai kebiasaan berada dengan handphone dan gadget, memiliki dampak negatif pada seluruh anggota keluarga.

“Saya melihat banyak ibu yang terus-menerus beraktifitas dengan membalas pesan di ponsel mereka. Menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama keluarga atau teman melalui panggilan telepon sambil memasak, dan mencoba mengelola anak-anak mereka pada saat yang sama. Penggunaan smartphone yang tinggi sering menyebabkan perilaku linglung, ketidaksabaran dan gangguan dalam rutinitas keluarga,” jelas Dr Vihan, sebagaimana dilansir Times of India, Selasa (21/8/2018).

Penelitian terbaru menunjukkan penurunan tingkat materi abu-abu di korteks otak berselubung pada orang-orang yang sering menjadi pengguna ponsel dibandingkan dengan orang-orang yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk itu.

Sebagaimana diketahui semakin sedikit materi abu-abu di wilayah otak ini akan memengaruhi fungsi eksekutif termasuk fokus dan perhatian. Sangat penting bagi orang dewasa untuk membatasi penggunaan gadget atau benda digital demi kesejahteraan mental dan fisik keluarga mereka.

Psikolog anak tersebut percaya bahwa anak-anak yang menerima perhatian tak terbagi akan berkembang dengan baik dan merasa lebih percaya diri. Mereka merasa mudah berkonsentrasi dan dapat diandalkan.

Ketika orang tua menggunakan ponsel di depan anak, itu merupakan sebuah daya tarik bagi anak untuk meniru. Sejujurnya, tidak mungkin bagi Anda untuk menjauhi gadget secara total. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba hadir sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental, ketika Anda bersama anak.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini