nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemahaman yang Perlu Diberikan Orangtua kepada Anak ketika Lihat Pemotongan Hewan Kurban

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 07:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 21 196 1939677 pemahaman-yang-perlu-diberikan-orangtua-kepada-anak-ketika-lihat-pemotongan-hewan-kurban-tVcqkeJ18F.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SELURUH umat Muslim di muka bumi ini sebentar lagi akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Hari Raya Idul Adha sendiri identik dengan prosesi pemotongan hewan qurban seperti sapi, kambing maupun domba.

Dengan adanya prosesi ini, biasanya para orangtua beramai ramai mengajak sang anak untuk melihat pemotongan hewan qurban di sekitaran rumahnya dengan tujuan untuk mengajarkan anak tentang agama. Namun tahukah Anda ternyata melihat prosesi penyembelihan hewan qurban dapat berdampak negatif bagi anak bila sang anak belum memiliki kesiapan mental.

Kesiapan mental anak rupanya penting dalam hal ini karena melihat penyembelihan hewan qurban dapat menimbulkan traumatik. Maka dari itu bagi para orangtua sebaiknya tidak mengajak sang anak untuk melihat prosesi penyembelihan apabila mental anak belum siap.

"Kalau anaknya secara mental nggak siap, bisa traumatik. perlu penjelasan dari makna sembelih hewan, ada pesan moral yang berbeda pada hal tersebut seperti simbol ketuhanan, menyisihkan harta untuk orang tidak mampu, dan lain sebagainya." kata psikolog anak Sani Budiantini kepada Okezone melalui pesan singkat, Selasa 21 Agustus 2018.

hewan kurban

Maka dari itu peran orangtua cukup penting dalam hal ini. Orangtua diimbau untuk memberikan penjelasan-penjelasan terlebih dahulu kepada anak mengenai qurban supaya anak-anak juga memiliki kesiapan mental untuk menyaksikannya.

"Berikan pemahaman bahwa binatang tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih karena sudah mendapat perlindungan dari para malaikat atau lain sebagainya." imbuhnya.

Penjelasan yang diberikan orangtua kepada anak sebaiknya menggunakan pemahaman yang mudah diterima oleh anak. Ia juga menyarankan sebaiknya anak yang diajak untuk melihat prosesi penyembelihan qurban itu adalah anak-anak yang sudah menginjak usia remaja karena dianggap lebih siap secara mental.

Untuk anak-anak dibawah usia remaja, sebaiknya jangan dulu untuk dibawa melihat pemotongan hewan qurban secara langsung. Ajaklah anak untuk melihat secara tidak langsung di televisi terlebih dahulu.

Setelah mental anak benar-benar kuat untuk menyaksikan hal tersebut, barulah ajak anak untuk melihatnya secara langsung. Namun jika memang mental anak tidak kuat untuk melihat darah yang banyak, atau melihat proses dari penyembelihan hewan tersebut jangan memaksakan untuk melihat karena akan berimbas pada kesehatan mentalnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini