nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunda, si Kecil Lagi Susah Makan? Coba Beri Ramuan Herbal Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 14:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 21 298 1939488 bunda-si-kecil-lagi-susah-makan-coba-beri-ramuan-herbal-ini-dM96BGfeaG.jpg Minuman kunyit untuk anak yang sulit makan (Foto:Ist)

ADA usianya si kecil sedang sulit makan, saat kondisi seperti ini orang tua bisa dibuat pusing tujuh keliling. Karena khawatir buah hati mereka kekurangan gizi dan tidak tumbuh secara optimal.

Jangan khawatir, Moms, ada cara mudah untuk menambah nafsu makan si kecil. Tidak perlu obat-obatan kimia, melainkan cukup dengan ramuan herbal. Salah seorang herbalis di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Rusmiyati, belum lama ini, menganjurkan agar anak tersebut diberi racikan jamu dari bahan temu lawak dan temu ireng.

Menurut dia temu lawak (Curcuma zanthorrhisa) dan temu ireng (Curcuma aeruginosa) bisa menjadi alternatif. “Berdasar pengalaman kami secara turun temurun racikan kedua empon-empon [rempah-rempah] itu bisa untuk menambah nafsu makan anak-anak,” ujar dia.

(Baca Juga: Wanita Ini Satu Atap dengan Suami, Mantan Suami, dan Pacar Mantan Suaminya, Berbagi Ranjangkah?)

(Baca Juga: Sedang Horny Berat Tapi Tak Punya Lawan? Coba Atasi dengan 2 Cara Ini)

 

(Baca Juga: Pengakuan Perempuan di Korea Selatan Mengapa Tak Ingin Punya Anak dan Menikah)

Sedangkan cara membuat ramuan itu juga terbilang mudah. Siapkan temu ireng 1 ons dan temu lawak 2 ons. Cuci bersih. Setelah itu, bahan-bahan tersebut dipotong jadi dua bagian dan digodok dengan air sebanyak tiga perempat liter.

Jika sudah mendidih dan tersisa kira-kira setengah liter, papar Rusmiyati, rebusan jamu tersebut didiamkan sampai dingin dan baru diberikan ke anak yang sulit makan. Dia menjelaskan, air godokan setengah liter tersebut dibagi dua. Dua hari pertama, kata dia, ramuan tersebut diberikan dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Setelah itu jamu diberikan satu hari satu kali.

Selepas satu pekan, papar dia, racikan jamu itu diberikan sepekan satu kali. “Dengan penjarangan pemberian jamu kepada anak ini, dimaksudkan agar anak tidak terlalu bosan mengonsumsi jamu tersebut,” papar dia.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini