nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fatwa Baru Vaksin MR Keluar, Kemenkes: Masyarakat Diberi Kesempatan Imunisasi sampai Akhir September

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 21 481 1939486 fatwa-baru-vaksin-mr-keluar-kemenkes-masyarakat-diberi-kesempatan-imunisasi-sampai-akhir-september-GGxE1XUdbg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

VAKSIN measles rubella (MR) yang dipakai pemerintah untuk mencegah penyakit campak dan rubella menggunakan bahan dasar babi yang haram. Kementerian Kesehatan RI ikut menanggapi adanya fatwa yang baru disahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 33 tahun 2018 terkait vaksin MR yang hukumnya mubah. Meski menggunakan bahan haram, tetapi masyarakat boleh memakainya demi kebaikan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes mengatakan, adanya fatwa tersebut sudah jelas masyarakat tidak perlu lagi khawatir untuk melakukan imunisasi. Mengingat manfaatnya sangat baik yaitu melindungi generasi anak Indonesia hingga kelak.

"Dalam diktum pertama angka tiga dalam fatwa sudah jelas disebutkan. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) saat ini dibolehkan," ujar Anung saat dihubungi Okezone, Selasa (21/8/2018).

 (Baca Juga:Muncul Benjolan di Ketiak dan Terasa Nyeri, Apa Itu Sebenarnya dan Berbahayakah?)


Dalam fatwa yang disebutkan MUI dijelaskan bahwa vaksin MR itu boleh digunakan karena ada kondisi keterpaksaan. Di samping itu belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Alasan lain juga disebutkan bahwa dari keterangan ahli yang kompeten, jika seseorang tidak diimunisasi, dipercaya akan timbul bahaya atau wabah penyakit.

"Kami terus melaksanakan sosialisasi vaksin MR dengan menyadarkan dan mengajak masyarakat, agar mau melakukan imunisasi karena penting," imbuh dia.

 (Baca Juga:Mengenal Gejala Mata Minus, Jangan Sampai Harus Lasik!)

Vaksin MR, sebut dia, sangat penting dilakukan karena dapat mencegah ancaman penyakit campak dan rubella. Kedua penyakit tersebut angka kejadiannya lumayan tinggi di Indonesai sampai sekarang.

Anung menambahkan, setelah fatwa tentang vaksin MR keluar, pemerintah memberi kesempatan untuk melakukan imunisasi kepada anak. Sasarannya adalah anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

"Fatwa ini sudah keluar, sehingga diharapkan anak-anak dapat vaksin MR hingga akhir September," tegasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini