nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Penyebab Sakit Leher, Tidak Melulu karena Salah Bantal

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 16:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 21 481 1939501 6-penyebab-sakit-leher-tidak-melulu-karena-salah-bantal-Tq5eeE0fbK.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TIDAK ada orang yang ingin mengalami sakit leher. Sebab nyerinya luar biasa dan membuat leher sulit digerakkan. Hal ini tentu dapat memengaruhi produktivitas meskipun nyeri akan hilang dengan sendirinya.

Kebanyakan orang berpikir bila sakit leher disebabkan oleh ‘salah bantal’. Akan tetapi, sebenarnya masih ada penyebab lain yang bahkan tidak bisa disepelekan karena merupakan pertanda kondisi serius.

Berikut sejumlah penyebab sakit leher seperti yang dilansir Okezone dari Health, Selasa (21/8/2018) :

 

Penyakit cakram degeneratif

Dikenal dengan nama lain spondylosis, penyakit cakram degeneratif adalah salah satu kondisi kesehatan serius yang terjadi seiring bertambahnya usia. Cakram di bagian tulang belakang memiliki pusat yang lembut seperti jelly dan duduk di antara tulang leher. Cakram berfungsi sebagai peredam kejut dan seiring bertambahnya usia, pusat cakram bisa berdegenerasi sehingga memengaruhi struktur tulang belakang. Salah satu gejalanya adalah nyeri leher. Tapi bisa juga terjadi kekakuan leher, sakit kepala, dan kejang otot.

 (Baca Juga:Pengakuan Perempuan di Korea Selatan Mengapa Tak Ingin Punya Anak dan Menikah)

Ketegangan

Aktivitas sehari-hari seperti menggunakan tas ransel, bermain ponsel, dan menggendong bayi termasuk tidur kadang membuat otot-otot leher bekerja dalam posisi tertentu untuk jangka waktu yang lumayan lama. Kondisi ini dapat membuat leher menjadi tegang dan menimbulkan rasa nyeri. Nyeri leher jenis ini dikenal dengan istilah muskuloskeletal.

 

Cedera

Rasa nyeri juga bisa timbul apabila leher mengalami cedera. Salah satu yang paling umum adalah whiplash yang disebabkan oleh kecelakaan mobil atau olahraga. Cedera dapat membuat leher bertambah tegang, terutama bila bergerak dalam kecepatan tinggi.

 (Baca Juga:Wanita Ini Satu Atap dengan Suami, Mantan Suami, dan Pacar Mantan Suaminya, Berbagi Ranjangkah?)

Disk herniated

Anda tentu pernah menemukan tonjolan ketika menyentuh leher bagian belakang. Tonjolan itu disebut disk herniated dan dapat mengiritasi saraf di dekatnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri leher karena pertambahan usia atau cedera. Walau begitu kemungkinan disk herniated menyebabkan nyeri leher lebih kecil bila dibandingkan nyeri lengan. Selain itu, ini seringkali tidak berbahaya.

Gangguan TMJ

Sering mengunyah permen karet dan stres dapat menyebabkan nyeri leher karena berkaitan dengan gangguan TMJ yang mengacu pada sendi temporomandibular. Nyeri terjadi karena gerakan membuka dan menutup rahang berulang. Akibatnya bisa terjadi sakit leher bersamaan dengan sakit kepala dan sakit telinga ketika membuka mulut.

Meningitis

Leher yang mengalami kekakuan adalah salah satu gejala utama meningitis. Penyakit ini merupakan peradangan fatal yang menyerang membran di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Untungnya, meningitis jarang terjadi. Selain itu ada gejala lain yang menandakan kondisi tersebut seperti sakit kepala parah, mual, demam, kebingungan, kepekaan terhadap cahaya, dan kejang.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini