5 Fakta Mengejutkan Tentang Migrain, Salah Satunya Bisa Pengaruhi Mental

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 21 481 1939561 5-fakta-mengejutkan-tentang-migrain-salah-satunya-bisa-pengaruhi-mental-IxpgKx9fav.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda mengalami sakit kepala hanya pada satu bagian saja? Kondisi medis itu disebut migrain. Gejala migrain sendiri umumnya seperti mual, pusing, kelelahan, menjadi sangat peka terhadap cahaya dan suara. Namun, gejala dan penyebab migrain akan berbeda pada tiap orangnya.

Beberapa orang terkadang sering mengabaikan penyakit ini. Mereka mengira bahwa migrain dan pusing biasa itu sama tetapi faktanya tidak. Berikut beberapa fakta tentang penyakit migrain yang harus Anda ketahui dilansir dari Mentalfloss, Selasa (21/8/2018):

1. Anak-anak juga mengalami migrain

Migrain bukan hanya masalah bagi orang dewasa. Hingga 10% dari semua anak usia sekolah dipengaruhi oleh gangguan sakit kepala tersebut. Gejala migrain pada anak-anak mirip dengan apa yang terlihat pada pasien yang lebih dewasa. Mereka mungkin mengalami nyeri kepala yang hebat, penglihatan terdistorsi, dan kepekaan terhadap suara dan cahaya.

 (Baca Juga:6 Penyebab Sakit Leher, Tidak Melulu karena Salah Bantal)

Perbedaan utamanya adalah migrain pada anak sering muncul secara tiba-tiba dan lebih pendek dari pada orang dewasa. Pada anak-anak tidak jarang rasa mual dan perut terasa lebih buruk daripada sakit kepalanya. Menurut sebuah penelitian, gejala migrain hilang sepenuhnya pada 23% mantan penderita anak di usia 25 tahun.

2. Migrain dapat menurun

80 hingga 90 persen penderita migrain melaporkan memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang juga menderita migrain. Jika salah satu orangtua mengalami migrain, ada kemungkinan 50 persen anak mereka juga akan terkena. Risiko itu meningkat hingga 75 persen ketika kedua orangtua memiliki kondisi yang sama.

 (Baca Juga:Melahirkan di Toilet, Wanita Ini Tak Sadar Dirinya Mengandung)

3. Migrain terkait dengan depresi

Di Amerika Serikat, hingga 40 persen orang dengan migrain juga mengalami depresi. Risiko kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan panik juga cenderung dialami oleh penderita migrain. Para peneliti masih mencari tahu hubungan antara penyakit mental dengan migrain. Sementara antisipasi gejala yang menyakitkan dapat menyebabkan depresi dan kecemasan pada beberapa orang. Para ahli percaya bahwa penyakit mental seringkali leih dari sekedar efek hidup dengan migrain.

4. Pemicu migrain dapat berbeda pada tiap orang

Stres, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, dehidrasi, alkohol dan kafein adalah beberapa pemicu yang paling umum. Beberapa orang mengalami migrain setelah makan makanan tertentu seperti keju, dan yang lainnya sensitif terhadap perubahan kondisi cuaca seperti tekanan udara. Sebagian besar penderita migrain biasanya menghindari pemicu-pemicu yang dapat membuat penyakit tersebut kambuh.

5. Wanita cenderung mengalami migrain dibanding pria

Dari banyaknya penduduk di muka bumi ini, penderita migrain yang paling banyak adalah perempuan. Para ahli medis menduga ini berkaitan dengan sifat siklus hormon wanita. Menurut penelitian, NHE1, protein yang mengatur transfer proton dan ion natrium melintasi membran sel, merupakan komponen penting dari sakit kepala migrain.

Produksi NHE1 cenderung berfluktuasi lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Ketika ilmuwan melakukan percobaan pada otak tikus, mereka menemukan bahwa tingkat NHE1 paling rendah ketika estrogen berada pada puncaknya. Secara umum, tikus betina juga memiliki 4 kali jumlah NHE1 di otak mereka dibanding tikus jantan. Jika hal tersebut juga berlaku pada manusia, hal ini dapat menjelaskan mengapa wanita lebih cenderung menderita migrain dibandingkan pria.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini